Dugaan Sumur Bor Fiktif

3 Kantor Pemerintah Digeledah Terkait Dugaan Proyek Sumur Bor Fiktif, Satgas Sita Benda Ini

Pihak kejaksaan juga sudah melakukan pemeriksa terhadap dua orang, tetapi merupakan kelanjutan dari operasi penyelidikan.

3 Kantor Pemerintah Digeledah Terkait Dugaan Proyek Sumur Bor Fiktif, Satgas Sita Benda Ini
Tribunkalteng.com/faturahman
Petugas Kejaksaan Negeri Palangkaraya, saat menyita alat pemadam kebakaran lahan gambut, di sejumlah kantor pemerintah di Palangkaraya, Kalteng, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Petugas kejaksaan negeri Palangkaraya, melakukan penggeledahan tiga kantor pemerintah di Kalimantan Tengah diduga terkait masalah proyek pembasahan lahan gambut Badan Restirasi Gambut di Palangkaraya.

Tiga kantor yang di geledah tersebut antara lain, Kelurahan Bukittunggal Palangkaraya, Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan tim restorasi gambut daerah (TRGD) yang ada di Palangkaraya.

Hal ini diduga buntut dari informasi adanya dugaan proyek fiktif pembangunan sumur bor untuk pemadaman karhutla.

Kasi Intel Kejari Palangkaraya Mahdi Suryanto, Jumat (20/9/2019) membenarkan pihaknya telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, yakni Kantor DLH Kalteng, Kantor Kelurahan Bukit Tunggal dan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) tersebut.

Dokter Puskesmas Dibacok karena Selingkuhi Istri Pelaku, Begini Kronologinya

Liga Inggris, Liverpool Vs Chelsea - Juergen Klopp Samakan The Blues dengan Borussia Dortmund

La Liga Spanyol 2019-2020, Real Madrid Ternyata Sering Turunkan Pemain Muda, Meski Mengecewakan

Bahkan, pihaknya juga melakukan penyitaan dokumen penting terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan infrastruktur untuk pembahasan lahan gambut, berupa laporan pertanggungjawaban, keuangan maupun regulasi yang berlaku.

Mahdi juga mengatakan, pihaknya juga menyita dua unit handphone milik PPK, kelengkapan mesin bor seperti pompa air dan pompa mesin untuk pembuatan sumur bor, selang dan alat untuk penyiraman air pada lahan gambut.

"Ini masih dalam tahap penyelidikan, masih mencari alat bukti untuk menentukan siapa yang menjadi tersangkanya.Ada dugaan tindak pidana juga bukti permulaan yang cukup, namum belum ditetapkan tersangkanya,nanti setelah pendalaman penyidikan," katanya.

Pihak kejaksaan juga sudah melakukan pemeriksa terhadap dua orang, tetapi merupakan kelanjutan dari operasi penyelidikan. Penyidikan baru terbit surat perintah pada 17 September 2019 yang lalu.

Informasi terhimoun, tindakan penggeledahan tersebut, terkait proyek sumur bor yang dibangun tahun 2018 untuk Kalteng, yakni sekitar 3.225 titik, khusus Palangkaraya sebanyak 225 sumur bor dengan nilai pembuatan satu sumur bor Rp3,5 juta. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved