Kalteng Kita

Puluhan Orangutan di Pusat Rehabilitasi Terpapar Kabut Asap, Terjangkit Infeksi

Jamartin mengungkapkan, pihaknya belum melakukan penyelamatan atau evakuasi orangutan yang terancam kebakaran hutan dan lahan.

Puluhan Orangutan di Pusat Rehabilitasi Terpapar Kabut Asap, Terjangkit Infeksi
Yayasan BOSF
Orangutan di Pusat Rehabilitasi dan Reintroduksi Yayasan BOS Nyaru Menteng Palangkaraya, sebagian terkena infeksi saluran pernafasan dampak asap kebakaran lahan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara sporadis di Kalteng, tidak hanya berdampak pada manusia.

Informasi dari Yayasan Borneo Orangngutan Survival (BOSF), kebakaran lahan yang berakibat pekatnya kabut asap juga berdampak pada 31 orangutan muda yang ditengarai terjangkit infeksi saluran pernafasan ringan.

Kondisi ini membuat tim medis di Nyaru Menteng dengan sigap memberikan pengobatan menggunakan nebulizer, jus bawang bombay, multivitamin, dan bagi orangutan yang dianggap infeksinya parah, diberikan antibiotik.

Yayasan BOS bersama para pemangku kepentingan terus bekerja keras menyelamatkan dan merehabilitasi orangutan Kalimantan dan habitatnya.

Gubernur Kalteng Siaran Langsung di Facebook, Ini Pesannya Soal Kabut Asap

Wasiat BJ Habibie Sebelum Tutup Usia, Sebut Soal Ini di Hadapan Anak dan Cucunya

Bayi Doyan Minum Kopi Sejak Usia 6 Bulan, Ternyata Bukan Miskin, Tinggal di Rumah Layak

Kebakaran hutan dan lahan yang masif terjadi di Kalimantan Tengah, berpotensi besar mengganggu tidak hanya kesehatan masyarakat sekitar, namun juga kegiatan operasional pelestarian orangutan dan habitatnya.

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan, sampai saat ini, total sekitar 80 hektare hutan gambut di wilayah kerja BOSF diterjang api.

Dua puluh hektare di daerah Sei Daha, dekat Pusat Penelitian Tuanan, dan 60 hektare di Sei Mantangai, keduanya di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, semua terbakar.

"Namun tim kami di Program Konservasi Mawas bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan tim di Pusat Penelitian Tuanan memadamkan api dan mengisolasi lokasi kebakaran. Kejadian ini tidak mengendurkan semangat kami untuk terus bekerja demi menyelamatkan orangutan Kalimantan dan habitatnya," ujarnya.

Jamartin mengungkapkan, pihaknya belum melakukan penyelamatan atau evakuasi orangutan yang terancam kebakaran hutan dan lahan.

Dalam mencegah dampak buruk terhadap orangutan yang tengah menjalani proses rehabilitasi, tim medis memberikan susu dan multivitamin bagi semua orangutan.

Kegiatan luar ruang para orangutan muda di Sekolah Hutan juga dibatasi hanya sampai setengah hari.

Sementara bagi orangutan dewasa yang berada di dalam kompleks kandang, tim teknisi secara teratur melakukan penyemprotan untuk menjaga suhu kandang tetap sejuk.

Api kebakaran lahan, nyaris mesuk areal Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, pekan pertama bulan Agustus lalu.

Tim pemadam kebakaran BOSF berjibaku melawan api yang mendekat kawasan rehabilitasi orangutan, karena jarak lokasi kebakaran sekitar 300 meter dari batas Nyaru Menteng.

"Petugas kami bekerja keras selama sekitar 4 jam bersama sejumlah pihak lain, untuk memadamkan api hingga berhasil memadamkan si Jago Merah tersebut," ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved