Kalteng Kita

Tak Dimanfaatkan Perajin Obat Herbal, Laboratorium Obat Dinskes Kalteng Malah Mubazir

Alat produksi peracik obat herbal dan obat tradisional yang disediakan Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, sejauh ini belum berfungsi sebagaimana mesti

Tak Dimanfaatkan Perajin Obat Herbal, Laboratorium Obat Dinskes Kalteng Malah Mubazir
Tribunkalteng.com/Faturahman
Obat tradisional yang beredar di pasaran Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Alat produksi peracik obat herbal dan obat tradisional yang disediakan Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, sejauh ini belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Padahal dari sejumlah perlengkapan yang ada juga terdapat laboratorium khusus untuk produksi obat herbal.

Akibat belum ada satu pun tabib atau penjual obat herbal di Kalteng yang mau memanfaatkan alat produksi tersebut, laboratorium untuk pengolahan obat herbal tersebut terkesan mubazir.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, mengakui laboratorium beserta alat produksi obat herbal yang disiapkan tersebut belum juga dimanfaatkan oleh para tabib atau penjual obat herbal di Kalteng, meski sudah sering ditawarkan.

"Kami sudah menawarkan kepada mereka agar memanfaatkan laboratorium alat produksi untuk obat herbal tersebut, tetapi saya juga kurang tau mengapa hingga kini belum ada juga warga Kalteng yang memanfaatkannya, padahal peralatan yang kami sediakan sudah sangat standar untuk produksi obat herbal," ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Marak Penjualan Obat Herbal Tak Berizin, Ini Tindakan Dinas Kesehatan Kalteng

Wagub Kalteng Ajak Warga Gelar Shalat Istisqo, Begini Tata Cara Shalat Minta Hujan

Petinggi KKB Papua Menyerahkan Diri, Ungkap 2 Permohonan Khusus

Sementara itu, beberapa warga yang selama ini menjual obat herbal, mengatakan, pihaknya selama ini meracik obat herbal tradisional tidak menggunakan alat seperti yang disediakan oleh dinkes, karena secara turun temurun meracik sendiri.

Kepala Balai POM Palangkaraya, Trikoranti Mustika Wati, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan obat-obatan yang dijual dalam bentuk kemasan yang disertai keterangan penyembuhan penyakit tertentu.

"Untuk jenis obat yang dikemas dan ada keterangan untuk penyembuhan penyakit tertentu harus ada registrasi dari Balai POM," ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved