Bayi Kembar itu Diduga Tewas di Tangan Ibu Kandung, Gegara Dendam pada Suami

Selain itu, suaminya disebut kurang perhatian, kasih sayang dan juga kebutuhan ekonomi sebagai perempuam jarang dipenuhi.

Bayi Kembar itu Diduga Tewas di Tangan Ibu Kandung, Gegara Dendam pada Suami
rimanews.com
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, KUPANG - Kasus pembunuhan bayi kembar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai terkuak.

Dalam kejadian itu, Angga Masus (5) dan Angki Masus (5), diduga dilakukan oleh ibu kandung mereka, Dewi Regina (24).

“Dewi habisi anaknya saat mereka tertidur," ungkap Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Mooy Nafi, kepada sejumlah wartawan di Kupang, Minggu (15/9/2019).

Bobby mengatakan, usai belanja di sebuah kios, Dewi kemudian berusaha menidurkan dua anaknya.

Saat keduanya tertidur pulas, ia lalu menghabisi kedua anaknya dengan menggunakan senjata tajam.

Bayi Kembar Ditemukan Tewas, Sang Ibu Kritis dengan Luka, Suami Tak Bisa Masuk karena Pintu Terkunci

Heboh Ular Raksasa Hangus saat Kebakaran Hutan Kalimantan, Ini Faktanya

Gara-gara Ditegur KPI, #SaveSpongeBob Trending di Twitter

“Usai menghabisi anaknya, Dewi kemudian berupaya membunuh diri,” katanya.

Bobby menyebut, Dewi nekat menghabisi kedua anaknya karena dendam terhadap perilaku suaminya, Obir Masus.

Menurut Bobby, Dewi merasa dendam karena kerap dianiaya suaminya.

Selain itu, suaminya disebut kurang perhatian, kasih sayang dan juga kebutuhan ekonomi sebagai perempuam jarang dipenuhi.

"Sehingga dia membunuh anaknya dengan tujuan membalas dendam kepada suaminya,” ujar Bobby.

Untuk saat ini, tersangka belum ditahan karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Atas perbuatannya itu, Dewi bakal dijerat Pasal 80 ayat 3 dan 4 subsider Pasal 338 KUHP.

Sebelumnya diberitakan, dua anak balita kembar di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Angga Masus dan Angkri Masus (5), ditemukan tewas mengenaskan, Kamis (5/9/2019) malam.

Keduanya tewas dengan luka di kepala, leher dan dada.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved