Breaking News:

ICW 'Cari' Tokoh Kritis Pejuang HAM dan Korupsi, Disindir Hilang Setelah Masuk Istana

Sindiran ini dilemparkan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap aktivis-aktivis yang dulu kerap mengkritisi kebijakan.

Istimewa/Instagram ICW
Foto mantan Juru Bicara KPK Johan Budi dalam Instagram ICW dengan narasi mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi. 

TRIBUNKALTENG.COM - Dulu kritis, tapi kini suaranya dianggap hilang setelah bergabung ke istana.

Sindiran ini dilemparkan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap aktivis-aktivis yang dulu kerap mengkritisi kebijakan, tapi belakangan suaranya justeru nyaris 'tak terdengar'.

Lewat akun Instagram mereka @sahabatICW, setidaknya ada 8 tokoh yang disindir oleh ICW.

Mereka ialah Teten Masduki, Koordinator Staf Khusus Presiden; Ifdhal Kasim, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden; Fadjroel Rachman, Komisaris Utama perusahaan BUMN PT Adhi Karya; dan Alexander Lay, Anggota Dewan Komisaris Pertamina.

Atas Nama Presiden, Surat Minta Dukungan di Pemilu 2019 Beredar, Johan Budi: Itu Hoax!

AC Milan di Laga Perdana Liga Italia 2019-2020 Kalah, Namun Klub Paling Sedikit Kebobolan Gol

Benarkah Habibie Donorkan Kornea Mata untuk Putranya? Ini Penjelasan Ilham Akbar Habibie

Ada juga Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden; Andrinof Chaniago, Komisaris Utama BRI; Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden; serta Johan Budi, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi.

ICW mengunggah gambar berupa poster yang menyatakan para aktivis itu hilang setelah terlalu dekat dengan Istana.

Khusus untuk Johan Budi yang kini sudah menjadi anggota DPR terpilih dari PDI-P, tertulis hilang sejak masuk perut banteng.

"Mohon bantuan teman-teman @kontras_update untuk menemukan para senior yang terhormat ini, karena mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia," tulis akun ICW pada Kamis, (13/9/2019). @Kontras_update adalah akun Instagram resmi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (KontraS).

Saat dimintai tanggapan terkait sindiran dai ICW, para eks aktivis di lingkar Istana itu irit berkomentar.

Teten Masduki yang dulunya adalah aktivis ICW mengaku paham jika para pegiat antikorupsi saat ini marah terkait revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi yang dilakukan DPR dan pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved