Kabar Palangkaraya

Bau Asap Menyengat, IPPNU Kalteng Malah Turun ke Jalan Cegat Pemotor, Ternyata Ini yang Dilakukan

Selain gangguan pernafasan, masalah kesehatan yang dirasakan warga Kota Palangkaraya akibat kondisi ini adalah mata perih.

Bau Asap Menyengat, IPPNU Kalteng Malah Turun ke Jalan Cegat Pemotor, Ternyata Ini yang Dilakukan
Istimewa
Anggota IPPNU NU Kalteng menyetop salah satu pengendara sepeda motor untuk membagikan masker. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kualitas udara Kota Palangkaraya yang tidak sehat, menjadi perhatian sejumlah remaja puteri di Kota Cantik.

Meski warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, remaja puteri yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kalteng justru turun ke jalan sambil mencegat sejumlah pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas.

Bukan menggelar aksi unjuk rasa atau protes. Puluhan remaja pelajar itu ternyata tengah melakukan aksi sosial membagi-bagikan masker bagi para pengendara sepeda motor.

"Kondisi udara yang tidak sehat ini rentan berdamoak bagi kesehatan warga. Paling tidak, apa yang kami lakukan bisa membantu mencegah jumlah penderita ISPA yang cenderung meningkat akibat kabut asap yang selama ini kita rasakan," ujar Ketua IPPNU Kalteng Nuricca Harlinda.

Sekolah Kembali Undur Jam Masuk Belajar, Kabut Asap Menyebar ke Seluruh Wilayah Kalteng

Pelaku Begal Ancam Perkosa Pacarnya, Pelajar Ini Nekat Melawan dan Kini Jadi Tersangka Pembunuhan

Jamaah Haji Terakhir dari Kalteng Tiba, Ini Harapan Kepala Kanwil Kemenag

Meski belum mengganggu penerbangan, kualitas udara di Kota Palangkaraya berada dalam status tidak sehat. Itu karena, bau menyengat dan kelalatu bekas bakaran semak beterbangan di udara dalam bentuk debu halus yang menyesakkan dada jika terhisap.

Pemerintah sendiri masih gencar melakukan pemadaman, termasuk dengan pengerahan helikopter water boombing. Namun kawasan yang terbakar cukup sporadis dan berada pada titik yang jauh dari jalan darat, membuat pemadaman sulit dilakukan.

Selain gangguan pernafasan, masalah kesehatan yang dirasakan warga Kota Palangkaraya akibat kondisi ini adalah mata perih.

Dalam aksi yang digelar Sabtu (14/92019), anggota IPPNU berkonsentrasi membagikan masker di kawasan Jakan G Obos dan HM Thamrin Palangkaraya.

Menurut Nuricca, kabut asap yang terjadi adalah bencana yang harus ditanggulangi bersama, termasuk dampak potensil yang ditimbulkan.

"Tidak harus dari pemerintah. Jika semua elemen bisa mengambil peran sesuai dengan tugas maupun kemampuan masing-masing, Insya Allah persoalan yang ada bisa kita hadapi," kata dia.

Ada 2.000 lembar masker yang dibagikan pada kesempatan itu. Menggandeng sebuah apotek di Kota Palangkaraya sebagai donatur, masyarakat yang mendapat masker menyambut antusias gerakan IPPNU Kalteng tersebut. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved