Cerita Mistis 'Sewu Dino': Pembantu Orang Kaya Mandikan Mayat Hidup

Setelah KKN di Desa Penari yang ditulis berdasar kisah nyata menjadi viral di media sosial, kini muncul kisah horor lain berjudul Sewu Dino atau 1000

Cerita Mistis 'Sewu Dino': Pembantu Orang Kaya Mandikan Mayat Hidup
twitter.com/simplem81378523
Viral Cerita Horror Mencekam 'Sewu Dino', Lebih Seram Dari 'KKN di Desa Penari' 

TRIBUNKALTENG.COM - Setelah KKN di Desa Penari yang ditulis berdasar kisah nyata menjadi viral di media sosial, kini muncul kisah horor lain berjudul Sewu Dino atau 1000 Hari.

Penulis Sewu Dino adalah penulis yang sama KKN di Desan Penari.

Cerita Sewu Dino dipublikasikan di akun Twitter yang sama dengan cerita KKN di Desa penari, yakni @SimpleM81378523.

Dilansir Tribun Jogja dalam artikel 'Viral Cerita Horror Mencekam 'Sewu Dino', Lebih Seram Dari 'KKN di Desa Penari', tokoh dalam Sewu Dino melibatkan pembantu kampung bergaji Rp 5 juta.

Cerita Horor KKN di Desa Penari, Inilah Kampung yang 10 Tahun Tak Dihuni

Ricuh Peringatan Hari Asyura di Karbala Irak, Lebih 30 Peziarah Tewas

Bersimbah Darah, Jenderal TNI Ahmad Yani Diseret Tentara Antek PKI

Diduga masih berlatar di daerah Jawa Timur, Sewu Dino menceritakan kisah Sri yang mengadu nasib sebagai pembantu orang kaya.

Hidupnya di desa tak memadai, apalagi sang ayah sudah tua dan tak bisa lagi bekerja cekatan.

Meski sempat ditentang oleh bapak, Sri tetap kekeh untuk bekerja menjadi pembantu.

Menurut Sri, pembantu sangat cocok baginya yang hanya tamatan sekolah dasar.

Lebih baik bekerja dan mendapat uang daripada tidak sama sekali.

Setelah pamit, ia pergi ke sebuah perusahaan penyalur pembantu rumah tangga.

Tentu, ia perlu menunggu lama di tempat itu.

Saking lamanya, ia bisa berkenalan dengan perempuan lain yang juga siap menjadi pembantu.

Kedua perempuan yang ia kenal itu adalah Erna dan Dini.

Hingga tiba waktunya, Sri orang terakhir yang dipanggil.

Ia pun langsung ditemukan dengan calon majikan bernama Karsa.

Biasa dipanggil Mbah Karsa, ia adalah pemilik rumah makan yang cukup terkenal di provinsi tersebut.

Sri tak perlu bertanya mengenai identitas Mbah Karsa.

Calon majikannya itu juga cukup terkenal di daerah tersebut.

Tak ada yang ganjil ketika Sri bertemu dengan Mbah Karsa.

Keanehan mulai tampak tatkala Sri ditawari gaji Rp 5 Juta.

Terang saja aneh karena gaji pembantu kala itu adalah Rp 500 Ribu.

Gaji yang tinggi membuat Sri harus bekerja ekstra.

Ia dibawa ke sebuah rumah di dalam hutan.

Rumah itu hanya dihuni oleh seorang kakek bernama Mbah Tamin dan seorang perempuan bernama Dela.

Perlu diketahui, Dela adalah perempuan setengah mati.

Tubuhnya bernanah dan memiliki borok.

Ia tak hidup seperti perempuan muda kebanyakan karena telah terkena santet.

Namanya santet Sewu Dino.

Pembaca akan disuguhkan kisah yang membuat dada sesak.

Sebagai pembantu, Sri diminta keluarga Mbah Karsa memandikan Dela, cucunya.

Sri tidak sendiri, melainkan bersama Erna dan Dini yang ia temui di penyalur tadi.

Misteri lainnya, ketiga pembantu sama-sama kelahiran malam Kliwon.

Tentu, Kliwon identik dengan sesuatu yang klenik nan mistis.

Apa yang sebenarnya disembunyikan Mbah Karsa? Jawaban itu bisa Anda temukan saat membaca kisahnya di Twitter.

Ketika tinggal di hutan, banyak pantangan yang harus dihindari Sri, Dini dan Erna.

Di antaranya pantang membukakan pintu ketika Mbah Tamin tidak ada di rumah.

Ketiganya juga diminta tak lupa mengikat Dela saat hendak dimandikan dan masih banyak lagi.

Suatu hari, Sri pernah kelupaan mengikat Dela saat memandikan.

Pengalaman menyeramkan langsung ia rasakan.

Dela langsung menyergap leher Sri dan memperlihatkan giginya yang hitam-hitam.

Bagaimana kelanjutan kisah Sri, Dini dan Erna di hutan? Simak ditautan link twitter di atas:

Hingga kini, kisah 'Sewu Dino' telah di-retweet lebih dari 13 ribu pengguna.

Konon, cerita ini lebih seram daripada 'KKN di Desa Penari' karena menyangkut santet dan hal-hal yang diluar nalar.

KKN di Desa Penari Sudah Naik Cetak

Kabar terbaru tentang cerita lengkap KKN di Desa Penari akhirnya terungkap

Hal ini diungkapkan langsung oleh sang penulis asli kisah KKN di Desa Penari, SimpleMan melalui Twitternya, Senin (9/9/2019)

Menurut akun twitter @SimpleM81378523, cerita lengkap KKN di Desa Penari telah resmi naik cetak dan akan segera ada di toko buku

Kabarnya, KKN di Desa Penari dalam versi novel ini memiliki cerita yang lebih lengkap dari yang diceritakan melalui thread di Twitter.

Sang penulis juga menginformasikan kalau waktu pre-order novel KKN di Desa Penari ini hanya tiga hari saja (9-11 September 2019)

"Halo?

hari ini saya mau memberi sebuah kabar, satu kabar yg semoga menjadi kabar yg juga kalian tunggu.

buku "KKN di Desa Penari" sekarang sudah naik cetak, dan kemungkinan akan segera ada di toko-toko buku kesayangan kalian.

untuk PO sendiri, waktunya hanya 3 hari saja," tulis akun @SimpleM81378523.

Tak hanya itu, SimpleMan juga mengungkapkan rencana mulia tentang royalti penjualan novel tersebut

Sang penulis mengaku kalau ia tak akan mengambil sepeser pun royalti dari penjualan novel KKN di Desa Penari.

Ia telah sepakat dengan penerbit untuk memberikan hak royalti miliknya

"Mungkin banyak yg kecewa sama saya, banyak yg marah juga sama saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya lupa mengatakan kalau semua hak royalti buku "KKN di desa penari" tidak akan saya ambil sepersenpun, saya sepakat dengan @Bukune untuk memberikan hak royalti saya" tulis akun @SimpleM81378523

Bahkan, dalam tweet selanjutnya sang penulis mengungkapkan royalti penjualan akan disumbangkan ke rumah yayasan Yatim yang akan ditunjuk oleh penerbit

Penulis juga sempat berfikir untuk menarik diri dari platform bila memang harus dilakukan

"-dari buku "KKN di Desa penari" untuk di donasikan kepada Rumah yayasan Yatim yg nanti akan ditunjuk oleh team dari @Bukune , sekali lagi saya mohon maaf, bila sudah membuat gempar, saya juga berpikir untuk manarik diri dari platform ini bila memang harus dilakukan," tulis @SimpleM81378523 dalam tweet selanjutnya

Artikel ini telah tayang di surya.co

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved