Ensiklopedia

Bersimbah Darah, Jenderal TNI Ahmad Yani Diseret Tentara Antek PKI

Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau G30S/PKI merupakan tragedi nasional yang tidak akan terlupakan oleh bangs

Bersimbah Darah, Jenderal TNI Ahmad Yani Diseret Tentara Antek PKI
Wikipedia
Jenderal TNI Ahmad Yani 

TRIBUNKALTENG.COM - Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau kemudian dikenal sebagai G30S/PKI merupakan tragedi nasional yang tidak akan terlupakan oleh bangsa ini.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah petinggi TNI menjadi korban penganiayaan. Sebagai penghormatan, mereka yang gugur dalam peristiwa itu mendapat anugerah gelar sebagai Pahlawan Revolusi.

Jenderal TNI Ahmad Yani sempat berdebat sengit saat rumahnya dikepung tentara yang ternyata antek PKI

Namun, perdebatan itu justru membuat sang jenderal bersimbah darah karena ditembak oleh para tentara tersebut

Dilansir dari Sosok.grid.id dalam artikel 'Kala Anak Ahmad Yani Kisahkan Detik-detik Mendebarkan G30S/PKI, Irawan Sura Eddy: Pak Bangun Pak, Ada Tjakrabirawa Mencari Bapak', tragedi ini terjadi di Jalan Lembang, Jakarta pada Jumat (1/10/1965).

Kisah Ade Irma Nasution Saat Tragedi G30S/PKI

Kualifikasi Euro 2020 - Penalti Antoine Griezmann Gagal Lagi Meski Perancis Kalahkan Andorra 3 Gol

Download Lagu Shane Filan Beautiful in White, Lirik Lagu dan Video dalam Lagu Wedding 2019

Rumah yang ditinggali oleh Panglima Angkatan Darat  kala itu, Letnan Jenderal Ahmad Yani menjadi saksi bisu peristiwa berdarah yang pernah terjadi di Indonesia.

x
Jenderal Ahamd Yani (IST Tribun Batam)

Putra Ahmad Yani, Irawan Sura Eddy kala itu berusia 7 tahun terbangun dan mendapati ia sendirian kemudian bergegas mencari ibundanya.

Tetapi sang ibunda tak ada, karena sedang berada di rumah lainnya di Jalan Taman Surapati.

Maka ia membangunkan Mbok Mirah, pembantu di rumah Ahmad Yani kala itu untuk menemaninya duduk di ruang keluarga belakang.

Eddy ingin menunggu sang ibu pulang kerumah agar bisa melanjutkan tidur malamnya.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved