Istri Anggota DPRD Ngamuk Gegara Anaknya Dihukum di Sekolah, Pukul hingga Maki Guru Agama

Saat berada di ruangan kepala sekolah, istri anggota DPRD tersebut meminta agar dirinya dipecat dari sekolah, namun kepala sekolah menolaknya.

Istri Anggota DPRD Ngamuk Gegara Anaknya Dihukum di Sekolah, Pukul hingga Maki Guru Agama
Instagram/yuni_rusmini
Ilustrasi - Guru dipukul orangtua siswa 

TRIBUNKALTENG.COM - Diduga tak terima anaknya diberi sanksi dengan menggunakan tangan, Endang Srihartuti, seorang istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, emosi.

Adalah Kasri, seorang guru agama SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, Rabu (4/9/2019), yang menjadi sasaran kemarahan pelaku.

 "Awal mulanya, saya sedang mengajar untuk melatih hafalan kepada murid-murid saya. Suatu ketika ada seorang anak menangis yang melapor karena telah dipukul oleh anak Dewan tersebut, oleh karena itu saya panggil anak Dewan itu untuk memberikan setrap," ungkap Kasri, saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2019).

Menurut dia, sebagai guru agama, ia sudah mempertimbangkan apa hukuman yang telah diberikan kepada anak anggota DPRD tersebut.

Di Grup C, Jerman Berebut Puncak Klasemen dengan Tuan Rumah Irlandia Utara di Kualifikasi Euro 2020

Orangtua Siswa Keroyok Guru SD Sampai Luka, Gara-gara Teman Duel Anak Tidak Dihukum

Viral Dua Remaja Putri Saling Siram Air Es Hingga Tarik Rambut, Gegara Cemburu

"Menurut saya, itu hal yang sudah saya pertimbangkan batas kewajaran saya bagimana mendidik anak dengan memberi sedikit hukuman dengan strap," ungkap Kasri.

Setelah kejadian itu, si anak melaporkan ke orangtuanya.

Orangtua anak tersebut lalu mendatangi sekolah dengan marah-marah dan diduga memukul Kasri.

"Tiba-tiba si ibu Dewan itu marah-marah sambil berkata kotor, menyebut saya anj*ng, lalu memukul saya dan terkena pelipis," tutur Kasri.

Waktu itu, lanjut Kasri, dia hanya bisa diam saja dan seorang guru mencoba melerai pelaku, dengan menyatakan persoalan itu bisa dibicarakan dengan baik-baik di ruangan kepala sekolah.

"Ada teman melerai kemudian diajak ke ruang kepala sekolah untuk diajak mediasi, namun dia tetap marah-marah, dan tidak terima," ungkap Kasri.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved