Kalteng Kita

Polda Kalteng Tetapkan 42 Orang Jadi Tersangka Pembakar Lahan

Tindakan tegas terhadap terguda pelaku pembakar lahan pun diterapkan. Hasilnya, sejauh ini sudah 16 koorporasi kini diduga menjadi penyumbang kabut

Polda Kalteng Tetapkan 42 Orang Jadi Tersangka Pembakar Lahan
BPBD Kalteng
Pemadaman kebakaran lahan dilakukan petugas dan Plt Kepala BPBD Kalteng , Mofit Saptono Subagio dan tim penangulangan , pencegahan kebakaran di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara sporadis di sejumlah wilayah Kalteng, telah menimbulkan gangguan kabut asap.

Tindakan tegas terhadap terguda pelaku pembakar lahan pun diterapkan. Hasilnya, sejauh ini sudah 16 koorporasi kini diduga menjadi penyumbang kabut asap akibat kebakaran lahan yang terjadi di wilayah kerjanya.

Kepala Biro Operasi Polda Kalteng, Kombes Pol Rinto Djatmono mengatakan, pihaknya terus melakukan proses hukum pada lahan-lahan yang terbakar tersebut, sehingga sampai, Jumat (6/9/2019) sudah ada sebanyak 34 laporan polisi terkait kebakaran lahan di Kalteng.

Lebih jauh dia mengungkapkan, hingga saat ini sudah 42 tersangka yang ditetapkan polisi sebagai pembakar lahan.

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022, Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia Skor Akhir 2-3 Kalah Dramatis

Christian Erikson dari Tottenham Hotspur Bakal ke Atletico Madrid Kalahkan Manchester United

Penonton Rusuh, Suporter Malaysia Dievakuasi dari SUGBK Tengah Malam

"Ada 16 koorporasi yang masih kami lakukan penyelidikan, sedangkan satu korporasi sudah naik tahap penyidikan," ujarnya.

Menurut dia, satu koorporasi yang dinaikkan statusnya penyidikan tersebut berada di Kabupaten Pulangpisau, yang diduga lahan untuk perkebunan sengaja dibakar untuk membuka lahan baru sebagai kebun.

"Kami sudah melakukan gelar perkara terhadap satu kasus di Pulangpusau tersebut dan sampai saat ini masih diproses, 15 perusahaan lainnya masih diselidiki, jika dalam tahap penyelidikan mengarah pada kesengajaan akan ditingkatkan jadi penyidikan ," ujarnya.

Dia menegaskan, penyelidikan tersebut termasuk kebakaran lahan yang terjadi di salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pundu Kabupaten Kotawaringin Timur yang terbakar sehingga membuat warga sekitarnya menjadi terganggu.

"Ya, kebakaran lahan HTI di Pundu itu juga kami proses, saat ini diselidiki ," ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved