Kabar Palangkaraya

Pisau Tembus ke Jantung, Pelajar SMP 4 Palangkaraya Itu Sempat Teriak ''Mamak''

Diduga Mardi melemparkan pisau ke arah dada kiri Eko hingga tembus sembilan centimeter ke jantung anaknya.

Pisau Tembus ke Jantung, Pelajar SMP 4 Palangkaraya Itu Sempat Teriak ''Mamak''
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Kapolres Palangkaraya, AKBP. Timbul RK Siregar beserta dokter forensik, saat akan lakukan visum terhadap korban. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penyidik kepolisian Polres Palangkaraya, Kalteng, terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan terhadap Eko (15), siswa Kelas IX Ruang I SMPN-4 Palangkaraya yang dilakukan ayahnya sendiri.

Diduga Mardi melemparkan pisau ke arah dada kiri Eko hingga tembus sembilan sentimeter ke jantung anaknya.

Bahkan santer beredar kabar di kalangan tetangga, tindak kekerasan yang dilakukan oleh Mardi bukan hanya sekali ini.

Sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Mardi hingga Eko berdarah akibat dipukul.

Informasi dari tetangga korban, Eko sering dipukul lantaran anaknya agak nakal atau bandel, sehingga kadang bikin marah orangtuanya.

Zodiak Harian Cancer, Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 3 September 2019, Taurus Jadi Sumber Iri

Download Lagu Satu Hati Sampai Mati Download Lagu MP3 Satu Hati Sampai Mati DJ Satu Hati Sampai Mati

Lemparan Pisau Tertancap ke Dada Sang Putra, Mardi Mengaku Kesal Gara-gara Ini

Lebih Seram dari KKN di Desa Penari, Kisah Horor Sewu Dino Bikin Bulu Kuduk Merinding

Ini Rincian Ribuan Bungkus Jamu Diamankan Pores Kotim, Diduga Tanpa Izin Edar

Namun warga juga tidak setuju dengan cara orangtuanya memperlakukan anak-anak hingga memukul sampai berdarah bahkan hingga tewas.

Sementara itu, keterangan Puryati, ibu korban kepada penyidik kepolisian, saat kejadian pembunuhan dia sedang mengupas jagung di samping teras rumah bersama suaminya (tersangka) dan saat itu tidak mengetahui persis kejadian yang menyebabkan korban tertancap pisau karena posisinya membelakangi teras.

Namun, saat itu dia mengaku, sempat mendengar korban teriak memanggil "mamak" lalu Puryati mendatangi korban yang posisinya berdiri dan pisau sudah di lantai teras.

Kemudian ayahnya (pelaku) langsung membawa korban ke rumah sakit RSUD Kalampangan dengan menggunakan sepeda motor.

Saat itu, Puryati mengikuti korban dan ayahnya ke rumah sakit dengan diantar keluarganya.

Tribunkalteng.com/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved