Breaking News:

Gadget

MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note 7 Dilarang Masuk Pesawat Garuda, Terungkap Alasan Bahayanya

MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note Dilarang Masuk Pesawat Garuda, Terungkap Alasan Bahayanya

apple/oik yusuf/kompas.com
MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note Dilarang Masuk Pesawat Garuda. Ilustrasi MacBook Pro 15 inci (2015) dan Samsung Galaxy Note 7 berikut kotak kemasannya. 

TRIBUNKALTENG.COM - Dua gadget premium yakni MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note 7 dilarang masuk pesawat Garuda, kenapa demikian?

Ternyata Maskapia Penerbangan Garuda Indonesia memiliki alasan sediri hingga MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note 7 dilarang masuk pesawat .

Sumber utama sehingga diambil kebijakan MacBook Pro dan Samsung Galaxy Note 7 dilarang masuk pesawat Garuda adalah karena muda terbakar atau meledak.

"Maskapai nasional Garuda Indonesia mengeluarkan larangan bagi penumpang untuk membawa produk tersebut ke dalam pesawat baik di kabin, bagasi maupun layanan kargo," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (29/8/2019).

Daftar Harga Handphone OPPO Rp 1 Jutaan sampai Rp 11 Jutaan Agustus 2019 serta Spesifikasinya

Daftar Harga Handphone Samsung Galaxy, Harga Samsung Galaxy S10 Harga Agustus 2019 Mulai Rp 1 Jutaan

Model MacBook yang dilarang masuk pesawat Garuda adalah MacBook Pro 15 inci (Retina Display) yang dirilis pada pertengahan tahun 2015.

Perangkat ini juga dipasarkan antara tahun 2015 hingga 2017. Pihak Garuda Indonesia melarang perangkat tersebut untuk dibawa "terbang" lantaran MacBook Pro model tersebut mudah terbakar.

Menurut Ikhsan, larangan ini juga sejalan dengan aturan yang dikeluarkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) terkait pemblokiran produk MacBook.

Pihak Garuda Indonesia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak regulator maupun stakeholder lainnya untuk menindaklanjuti larangan membawa perangkat tersebut.

Kendati begitu, belum bisa dipastikan bagaimana para petugas bandara atau maskapai penerbangan mengecek MacBook Pro yang dibekali dengan baterai yang mudah terbakar itu.

Sebelumnya, lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (AS), FAA, juga melarang para penumpang membawa produk ini ke dalam kabin pesawat.

Hal itu dilakukan demi alasan keselamatan lantaran laptop itu mudah terbakar.

Masalah ini juga diakui oleh produsen MacBook Pro tersebut, yaitu Apple, di dalam blog resmi mereka.

Di dalam blog tersebut, Apple mengakui beberapa baterai MacBook Pro 15 inci model 2015 yang dipasarkan antara 2015 hingga 2017 memang dilanda masalah dan mudah meledak.

Secara keseluruhan, di AS saja ada 432.000 unit MacBook Pro yang memiliki baterai bermasalah tersebut.

Lalu di Kanada ada sekitar 26.000 unit. Untuk mengetahui apakah MacBook Pro Anda terdampak atau tidak, silakan kunjungi situs Apple di tautan ini dan masukan nomor seri produk yang bersangkutan.

Apabila terdampak, Apple menawarkan program ganti baterai gratis dengan mekanisme sesuai yang tertera di situs tadi.

Pelarangan Galaxy Note 7

Larangan membawa Galaxy Note 7 di pesawat telah diumumkan oleh U.S. Department of Transportation (DOT), Federal Aviation Administration (FAA), dan Pipeline and Hazardous Materials Safety Administration (PHMSA), pada akhir pekan lalu.

Menanggapi larangan tersebut, dua maskapai penerbangan di Indonesia turut mengimplementasikannya di Tanah Air.

Setidaknya AirAsia Indonesia (dengan kode QZ maupun XT) dan Garuda Indonesia telah melayangkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal itu.

Dengan ini, penumpang tidak diperkenankan membawa Galaxy Note 7 ke dalam pesawat, di dalam tas yang dibawa ke dalam kabin, di dalam tas yang dibagasikan, serta di dalam kargo.

Jika ada penumpang yang tak patuh ketentuan, dua maskapai tersebut menegaskan tak bakal memperbolehkan penumpang masuk pesawat, sebagaimana tertera pada keterangan resmi yang diterima dan dihimpun KompasTekno, Selasa (18/10/2016).

"Dengan ini kami menetapkan perangkat Samsung Galaxy Note 7 sebagai barang yang tidak boleh dibawa maupun digunakan di pesawat pada seluruh penerbangan Garuda Indonesia," kata VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar.

Benny menambahkan pihaknya telah mengomunikasikan larangan tersebut di lingkungan internal hingga jajaran petugas lapangan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Tak cuma itu, Garuda Indonesia juga telah memasang larangan itu secara tertulis di konter check-in, ticketing, dan kantor pemasaran Garuda Indonesia di seluruh Nusantara.

AirAsia Indonesia dan Garuda Indonesia memahami kebijakan pelarangan Galaxy Note 7 di pesawat dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak tertentu.

Namun, keduanya memilih mengedepankan keamanan dalam proses penerbangan.

"Keselamatan seluruh penumpang dalam penerbangan merupakan prioritas kami," begitu tertera pada pernyataan resmi yang dilayangkan AirAsia indonesia. Sejak bulan lalu,

"perlakuan khusus" bagi Galaxy Note 7 sudah diterapkan perusahaan penerbangan di Indonesia dan sosialisasinya masif di bandara-bandara. Hanya saja, aturannya belum setegas sekarang.

Sebelumnya penumpang cuma dilarang untuk mengaktifkan, menggunakan, atau mengisi daya ponsel Galaxy Note 7 dalam penerbangan.

Penumpang juga dilarang menyimpan ponsel tersebut di dalam bagasi atau kabin. Mereka diminta melapor bila perangkat mengalami panas, berasap, hilang atau jatuh.

Dengan kata lain, pengguna Galaxy Note 7 kala itu masih diperbolehkan terbang dengan membawa ponselnya asalkan mengikuti ketentuan yang diberikan. Pelarangan tegas paling anyar ini ditetapkan menyusul penyetopan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 secara global.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa flagship itu memang tak aman untuk digunakan. Ini semua bersumbu pada isu baterai ponsel yang mudah panas bahkan berisiko meledak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Garuda Indonesia Larang MacBook Pro Masuk Pesawat" dan judul "AirAsia dan Garuda Indonesia Larang Penumpang Bawa Galaxy Note 7

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved