Soal Hukuman Kebiri Kimia bagi Pemerkosa 9 Anak, Kejagung: Lihatlah dari Sisi Korban

Selain kebiri kimia, M juga dikenai hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Soal Hukuman Kebiri Kimia bagi Pemerkosa 9 Anak, Kejagung: Lihatlah dari Sisi Korban
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Vonis hukuman tambahan berupa kebiri kimia kepada M (20), terpidana pemerkosa 9 anak di Mojokerto, Jawa Timur, dianggap melanggar HAM.

Selain kebiri kimia, M juga dikenai hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dilansir dari Kompas.com, Kejaksaan Agung menganggap bahwa pihaknya hanya melaksanakan aturan hukum terkait eksekusi hukuman kebiri kimia terhadap terpidana kasus kekerasan seksual anak di Mojokerto.

Hal itu menanggapi pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang menyebut bahwa hukuman kebiri melanggar HAM.

"Ini kita menjalankan aturan hukum, aturan formal," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri ketika dihubungi Kompas.com, Senin (26/8/2019).

Pemerkosa 9 Bocah Divonis Kebiri Kimia, Pemuda Mojokerto Ini Mengaku Lebih Baik Mati

MotoGP Inggris 2019 - Ternyata Ini Strategi Alex Rins Hingga Mampu Kalahkan Pebalap Marc Marquez

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Lokasi Ibu Kota Baru, Benarkah Aman dari Bencana?

Mukri pun meminta agar pihak lain juga melihat hal tersebut dari sudut pandang sebagai korban.

"Jangan melihat sisi HAM-nya dari sisi kepentingan terpidananya, coba lihat dari sisi kepentingan korbannya," ungkapnya.

Saat ini, Kejagung masih akan mengkaji laporan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait hukuman kebiri kimia tersebut.

Setelah itu, Kejagung akan merumuskan petunjuk teknis pelaksanaan hukuman tersebut.

"Ini kan baru laporan dari Kejati-nya baru, nanti laporannya seperti apa, nanti kita kaji, baru kita rumuskan seperti apa," tutur Mukri.

M Aris saat menjalani pemeriksaan polisi (Kiri). Kanan: M Aris saat menjalani pidana di kepolisian.
M Aris saat menjalani pemeriksaan polisi (Kiri). Kanan: M Aris saat menjalani pidana di kepolisian. (SURYA.co.id/Danendra Kusuma/Febrianto)
Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved