Kriminalitas Palangkaraya

Oknum Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi UPR, Penyidik Polda Kalteng Periksa 19 Saksi Terkait

Oknum Dosen Lecehkan Mahasiswi UPR, Penyidik Polda Kalteng Periksa 19 Saksi Terkait

Oknum Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi UPR, Penyidik Polda Kalteng Periksa 19 Saksi Terkait
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Laporan dugaan adanya tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen FKIP Universitas Palangkaraya (UPR) kepada Polda Kalteng dalam dua minggu ini terus berjalan.

Penyidik kepolisian Polda Kalteng, memproses kasus tersebut setelah adanya laporan resmi dari mahasiswi UPR yang menjadi korban pelecehan oleh oknum dosen di kampusnya, sehingga penyidik memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (27/8/2019) membenarkan, pihaknya memang menerima adanya laporan dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dosen di UPR tersebut.

Sinopsis My Only One Episode 73 & 74, Live Streaming Trans TV Drakor My Only One Rabu (28/8/2019)

Zodiak Harian Cancer, Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 28 Agustus 2019, Horoskop Harian Pisces Prajurit

Download Lagu DJ Remix Full Bass, Download Lagu MP3 DJ Slow Full Album, DJ Opus, DJ Nanda Lia

Daftar Harga Handphone Samsung Galaxy, Harga Samsung Galaxy S10 Harga Agustus 2019 Mulai Rp 1 Jutaan

Lagi Satu Jamaah Haji Kalteng Wafat di Madinah, Keloter 8 Persiapan Kembali ke Tanah Air

Dugaan Dosen Universitas Palangaraya Lecehkan Mahasiswi, Rektor UPR Bentuk Tim Investigasi

Mantan Kapolres Palangkaraya ini bahkan menjelaskan, pihaknya sudah memintai keterangan sebanyak 19 saksi untuk menindaklanjuti laporan tersebut." Penyidik kami masih bekerja,hingga saat ini sudah ada 19 saksi dari UPR dan korban yang dimintai keterangannya," ujarnya.

Mantan Kepala SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng ini, menjelaskan, ada enam orang saksi korban yang turut dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen yang dilaporkan tersebut.

"Kami akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas , termasuk mengumpulkan barang bukti yang akan memperkuat laporan oleh sejumlah mahasiswi tersebut terhadap oknum dosen di UPR ," ujarnya.

Sebelumnya, Damang Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Marcos Tuwan, Selasa (27/8/2019) kedatangan sejumlah mahasiswi dari FKIP Universitas Palangkaraya (UPR).

Kedatangan, mahasiswi tersebut, untuk meminta Damang Pahandut ikut mengawal proses hukum terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen di UPR tersebut.

Keterangan Damang Pahandut, kasus tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke Polda Kalteng, oleh korban.

Namun hingga dua minggu ini seperti berjalan lambat sehingga mahasiswi datang kepadanya untuk ikut mengawal kasus tersebut.

Saat ditanyakan kasus tersebut, Damang mengaku tidak ingin membuka identitas mahasiswi yang bersangkutan, karena masih dalam proses hukum dan untuk melindungi privasi korban.

"Yang jelas kami minta Polda Kalteng terus memproses kasus ini, dan kami akan mengawal kasus ini hingga ada tindakan terhadap dosen tersebut, karena ada enam mahasiswi yang sampai saat ini lapor ke saya," ujarnya.

Informasi terhimpun, mengemuka oknum dosen tersebut dari UPR Prodi Fisika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang melakukan pelecehan saat mahasiswi konsultasi tentang masalah akademik dalam ruangan dosen tersebut.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved