Ini Tiga Prediksi Lokasi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Siang Ini Diumumkan Presiden Jokowi

Sebab, ada percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dimulai dari menyelesaikan pembangunan Jembatan Pulau Balang untuk menghubungkan Balikpapan

Ini Tiga Prediksi Lokasi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Siang Ini Diumumkan Presiden Jokowi
Kementerian PUPR
Visualisasi penjabaran dari visi kedua ibu kota negara. 

TRIBUNKALTENG.COM - Senin (26/8/2019) siang ini, Presiden Joko Widodo rencananya mengumumkan lokasi ibu kota baru di Pulau Kalimantan. Sebelumnya lokasi ibu kota baru RI berada di Kalimantan Timur.

Dilansir dari Kompas.com, apabila Presiden Joko Widodo jadi menetapkan ibu kota negara di Provinsi Kalimantan Timur, diprediksi titik ibu kota negara akan ada di tiga kawasan, yakni Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Sepaku, dan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara. Alasannya, karena keduanya dekat Balikpapan.

"Lokasi calon ibu kota sudah ditetapkan di Kaltim meski belum diputuskan titik persisnya, namun berdasarkan analisaku, di tiga kawasan itu," ujar Ketua Pusat Kajian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah (PKPPKD) Universitas Mulawarman Samarinda Dr Aji Sofyan Effendi di Samarinda, Sabtu seperti ditulis Antara.

Ia meyakini, tim pusat akan memilih salah satu dari tiga lokasi ini.

Lokasi Ibu Kota RI Pindah ke Penajam Paser Utara & Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Bukan Kalteng

BREAKING NEWS: Resmi, Presiden Jokowi Tetapkan Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kaltim, Ini Lokasinya

Provinsi Lokasi Ibu Kota Baru Diumumkan Presiden Jokowi Siang Ini, Kalteng atau Kaltim?

Pasangan Pengantin Tewas Kecelakaan Beberapa Menit Setelah Ucapkan Janji Setia

Kondisi Mengenaskan, Identitas Dua Jenazah dalam Mobil Terbakar di Sukabumi Belum Terungkap

Bahkan, bisa jadi ketiganya untuk pengembangan ke depan karena masing-masing titik merupakan kawasan strategis dan memiliki keunggulan antara lain lahan luas, aman, dan jauh dari pemukiman.

Dia menambahkan, seandainya ibu kota kemudian diputuskan di Samboja, maka kawasan Sepaku-Penajam tetap diuntungkan karena akan menjadi daerah penyangga.

Bahkan, untuk pemukiman pegawai, diperkirakan sebanyak 1,5 juta jiwa juga lebih tepat diarahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jika memang untuk perumahan pegawai mengarah ke Penajam, lanjutnya, maka Penajam Paser Utara akan diuntungkan dalam banyak hal.

x
Visualisasi penjabaran dari pendekatan visi ketiga.(Kementerian PUPR)

Sebab, ada percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dimulai dari menyelesaikan pembangunan Jembatan Pulau Balang untuk menghubungkan Balikpapan-Penajam.

"Total anggaran yang akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur dasar awal persiapan ibu kota baru ini kan Rp 466 triliun secara tahun jamak yang pembangunannya dimulai dari tahun 2021. Anggaran awal yang akan dikeluarkan kemungkinan Rp 50 triliun. Inilah salah satunya bisa untuk Jembatan Pulau Balang," ucap Aji.

Sementara, berdasarkan dokumen rencana pemindahan ibu kota Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dipilihnya Kaltim menjadi ibu kota baru karena memiliki beberapa keunggulan.

Keunggulan itu antara lain memiliki dua bandara besar, yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan kemudian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Kota Samarinda.

Penumpang memadati Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Penumpang memadati Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN)

Selanjutnya, terdapat jalan tol Balikpapan-Samarinda, memiliki Pelabuhan Semayang, infrastruktur jaringan energi dan air bersih, struktur demografi heterogen atau sebagian besar penduduknya merupakan pendatang yang tentu lebih terbuka berinteraksi dan menerima perubahan, kemudian masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

"Atas berbagai keunggulan ini, maka lokasi ibu kota tidak jauh dari tiga kawasan yang saya sebut tadi. Setelah ibu kota benar-benar pindah, maka infrastruktur dasar akan terpenuhi yang pada akhirnya akan menurunkan incremental capital rasio (icor) alias produksi, konsumsi dan distribusi barang/jasa mengecil sehingga mampu meningkatkan investasi," ucap Aji. (ANTARA)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved