Sains

Bangkai Titanic Hanya Tinggal Cerita, Bakteri Laut Gerogoti Bangkai Kapal Legendaris

Pihaknya telah mengeluarkan aturan bahwa situs Titanic hanya bisa dikunjungi untuk keperluan penelitian ilmiah dan pendidikan.

via Kompas.com
Kapal Titanic 

TRIBUNKALTENG.COM - Bangkai kapal legendaris Titanic dalam beberapa dekade hanya tinggal cerita.

"Titanic telah kembali ke alam," ujar Parks Stephenson, sejarawan yang terlibat dalam ekspedisi Titanic kepada BBC.

Stephenson mengatakan, beberapa bagian kapal itu telah hilang, termasuk geladak kapten.

"Seluruh sisi geladak hilang. Dan perlahan tapi pasti, Titanic akan hilang seutuhnya," imbuh dia dalam sebuah pernyataan.

Dalam penyelaman pertama sejak 14 tahun lalu, sekelompok tim internasional berhasil mengidentifikasi kapal Titanic dan menemukan perubahan besar pada kapal legendaris itu.

Kertas Menu Ini Bisa Bongkar Skandal di Kapal Titanic

Kelulusannya Sempat Dianulir, Status CPNS Drg Romi Akhirnya Dikembalikan

Kisah Pemuda Tampan 24 Tahun Nikahi Wanita 50 Tahun, Cinta Bersemi karena Ini

Menurut Clare Fitzsimmons seorang ilmuwan dalam ekspedisi, kapal Titanic habis dimakan bakteri atau mikroba pemakan logam.

"Ada banyak mikroba di bangkai kapal yang terus menggerogoti besi," ungkap Clare kepada BBC.

Selain dimakan bakteri, erosi dari air asin dan arus air laut yang kuat juga berperan dalam pembusukan kapal ini.
Untuk diketahui, Titanic berada 12.500 kaki ata 3.810 meter di bawah permukaan Samudera Atlantik Utara.

Tim eksplorasi dipimpin oleh penjelajah Victor Vescovo Stephenson dan pemimpin ekspedisi Rob McCallum. Melansir Newsweek, rabu (21/8/2019), tujuan ekspedisi adalah untuk mendokumentasikan kapal Titanic untuk pembuatan film dokumenter oleh Atlantic Productions.

Mereka mensurvei puing-puing dan kehidupan lain di kapal karam itu.

Menjelang peringatan seabad tenggelamnya Titanic, NOAA mengatakan kapal harus dilindungi.

Pihaknya telah mengeluarkan aturan bahwa situs Titanic hanya bisa dikunjungi untuk keperluan penelitian ilmiah dan pendidikan.

Aturan ini harus dipatuhi, sebab lambung dan struktur kapal besar kemungkinan bakal runtuh dalam 50 tahun ke depan.

Hal ini ditunjang dengan studi 2018 yang mengungkap, bakteri Halomonas titanicae terus menggerogoti logam kapal dan hal ini dapat menghancurkan Titanic hanya dalam beberapa dekade.

Titanic tenggelam pada tahun 1912 setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik.

Kapal seberat 52.310 ton itu hanya butuh waktu kurang dari tiga jam (tepatnya 2 jam lebih 40 menit) untuk tenggelam.
Peristiwa ini menewaskan lebih dari 1.500 orang.

Kini, kapal Titanic berada di dasar lautan, sekitar 400 mil selatan Newfoundland.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved