Ada Lagi Pasien Diberi Obat Kedaluwarsa, Ibu Hamil Ini Konsumsi 15 Butir, Ada Kesengajaan?

Kurang lebih istrinya telah mengkonsumsi 15 butir dari tiga strip vitamin B6 kedaluwarsa yang diberikan pihak puskesmas.

Ada Lagi Pasien Diberi Obat Kedaluwarsa,  Ibu Hamil Ini Konsumsi 15 Butir, Ada Kesengajaan?
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Setelah Novi Sri Wahyuni (21), laporan adanya kasus pemberian obat kedaluwarsa oleh Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara, kembali datang dari pasien lain.

Adalah Winda Dwi Lestari (23), seorang ibu hamil yang juga warga Kelurahan Kamal Muara yang mengaku mendapat obat kedaluarsa.

Obat Kedaluwarsa yang ia dapatkan adalah vitamin B6. Obat itu ia dapatkan ketika kontrol kandungannya pada 29 Juli 2019 lalu.

Suami Winda, Hendi Wijaya (26) mengatakan mereka baru menyadari bahwa obat yang dikonsumsi istrinya kedaluwarsa setelah melihat pemberitaan kasus Novi di media massa.

"Karena baru tahu semalam di berita-berita. Saya habis magrib baca berita baru cek. Saya cek ternyata benar berita ini," kata Hendi di Mapolsek Metro Penjaringan, Rabu (12/8/2019).

Duo Semangka Mantul Ditegur KPAI Trending Twitter, Cerita Duo Semangka Ditawar Rp 350 Juta Semalam

Terjawab, Pemindahan Ibu Kota Baru di Kaltim, Kepemilikan Lahan Diamankan

Kisah Korban Obat Kedaluwarsa di Jakarta: Istri Sakit, Suami Dipecat Sampai Gagal Bayar Kontrakan

Dukung Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Sugianto Usul Kembangkan Bandara dan Bangun Pelabuhan Samudera

Dua Anaknya Diisukan Ribut Soal Warisan, Ibu Julia Perez Nangis, Gaston Castano Muncul Tagih Janji

Kurang lebih istrinya telah mengkonsumsi 15 butir dari tiga strip vitamin B6 kedaluwarsa yang diberikan pihak puskesmas.

"Gejalanya yang dirasain lemah, pusing, muntah-muntah gitu. Kan saya kira itu bawaan orok jadi saya enggak tahu lagi. Tapi setelah periksa obat inilah pengaruhnya," ucapnya.

Dijadikan saksi

Kuasa hukum Winda dan Novi, Pius Situmorang mengatakan ibu hamil kedua yang menjadi korban obat kedaluwarsa oleh Puskesmas Kamal Muara dijadikan saksi oleh penyidik.

"Jadi kita sampaikan ke penyidik ya ada korban kedua terkait obat kedaluwarsa ini, jadi dari penyidik dikatakan bahwa karena kasusnya sama, tempatnya juga sama, itu dianggap sebagai kasus yang sama jadi tidak perlu dilakukan pelaporan," ujar Pius

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved