Kabar Palangkaraya

Palangkaraya Kalteng Diguyur Hujan 3 Jam, Cuaca Langsung Cerah Tanpa Asap, Warga Lepas Masker

Palangkaraya Diguyur Hujan 3 Jam, Cuaca Langsung Cerah Tanpa Asap, Warga Lepas Masker

Palangkaraya Kalteng Diguyur Hujan 3 Jam, Cuaca Langsung Cerah Tanpa Asap, Warga Lepas Masker
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kota Palangkaraya cerah, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Palangkaraya Diguyur Hujan 3 Jam, Cuaca Langsung Cerah Tanpa Asap, Selasa (20/8/2019).

Udara Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (20/8/2019) tampak cerah, tidak tampak lagi adanya kabut asap dampak kebakaran lahan yang telah mengotori udara Palangkaraya selama satu bulan ini.

Jikapun ada hanya tipis saja, itu pun kemungkinan bercampur embun pagi.

Namun pantauan siang hari, tidak tampak lagi adanya kabut asap tersebut, sehingga udara Palangkaraya bersih dari kabut asap sebagai dampak turunnya hujan selama tiga jam dalam intensitas tinggi, Senin (19/8/2019) malam.

Hujan lebat yang mengguyur lahan gambut yang terbakar di pinggiran Kota Palangkaraya, mampu memadamkan lahan gambut yang terbakar, sehingga saat ini tidak nampak lagi adanya kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya.

VIDEO VIRAL Baku Pukul Polisi dengan TNI Ternyata Prank, Dilakukan di Aceh Saat Upacara HUT Ke 74 RI

Download Lagu DJ Tiktok Populer, Download Lagu MP3 Sungguhku Merasa Resah, Disana Menanti Disini

Aksi Massa di Sorong, Gas Air Mata Polisi Dibalas Lemparan Batu, Dua Kios Dibakar

Bayi Aneh saat Lahir Dalam Kantung Ketuban, setelah Besar Kondisinya Jadi Begini

"Hari ini saya keluar rumah tanpa mengenakan masker, karena udaranya segar, asap tidak nampak lagi, namun biasanya jika hujan hanya sekali atau dua kali saja mengguyur Kota Palangkaraya, masih ada potensi kebakaran lahan lagi, karena hujan yang turun belum optmal, lahan yang kering rawan terbakar," H Arifin, warga Palangkaraya,

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Anton Budiono, mengatakan, curah hujan akan turun pada Bulan Juli hingga Oktober 2019 namun intensitas rendah, dan curah hujan tersebut akan semakin kurang, karena ada pengaruh El Nino lemah.

Lebih jauh dia mengungkapkan, di Kalteng wilayah paling lama musim kemarau terjadi di wilayah tenggara atau sekitar Kabupaten Kuala Kapuas dan kawasan lahan yang bergambut curah hujannya rendah atau dibawah normal.

"Kemarau bulan ini memang agak panjang,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved