Breaking News:

Penghina KH Maimoen Zubair Dilepas, Tapi Harus Minta Maaf pada Keluarga di Rembang

Sempat dilaporkan karena dianggap menghina KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Fulvian Daffa Umarela Wafi (20), akhirnya dibebaskan.

KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Pelaku penghina almarhum KH Maimoen Zubair saat meminta maaf secara tertulis dan terbuka di Kantor PCNU Kota Malang pada Jumat (9/8/2019) malam. 

"Ibaratnya anak ini masih muda."

"Pertimbangannya masih bisa dibina."

"Tapi juga pihak pelapor mensyaratkan, terlapor harus memainta maaf kepada keluarga besar KH Maimun Zubair yang ada di Rembang," jelasnya.

Di sisi lain, tempat kejadian perkara itu berada di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, tempat pelaku berasal.

Sehingga locus delicti-nya berada di wilayah Polres Malang. Bukan Polres Malang Kota yang menjadi tempat pelaku dilaporkan.

Tempat kejadian itu baru diketahui setelah pelaku penulis status itu terungkap.

"Memang terlapor mengakui dia meng-upload status itu lewat Facebooknya di hp yang memang lokasi ngaploadnya di Donomulyo. Kabupaten sebenarnya."

"Kami koordinasi juga dengan Kejaksaan Malang Kota juga mengakui bahwa sebenarnya TKP-nya di kabupaten," jelasnya.

Diketahui, seorang pemuda bernama Fulvian Daffa Umarela Wafi (20) diamankan polisi karena postingannya di akun Facebook yang menghina almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Pemuda asal Dusun Krajan, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu menuliskan status bersuka cita atas wafatnya Mbah Moen.

Pelaku menggunakan akun facebook Ahmad Husein. (Kontributor Malang, Andi Hartik)

Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved