Breaking News:

Perkelahian di Acara Pinangan, Satu Anggota Keluarga Pengantin Wanita Tewas, Enam Luka

Penyebabnya diduga karena ada salah paham yang berakibat ketersinggungan. Satu orang tewas, enam orang lainnya mengalami luka dalam perkelahian terseb

banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
ILUSTRASI: Parang untuk berkelahi. 

Maksi kemudian mengayunkan parang ke arah kerumunan massa dan mengenai 3 warga di lokasi tersebut.

"Bukan bentrok antar warga. Ini orang lamaran pihak laki-laki ke pihak perempuan aja. Bantu-bantu buat tenda mungkin tersinggung omongan ribut karena minum. Akhirnya satu bacok dibalas pihak satunya," jelas Kapolres Indera.

Seorang korban kericuhan di acara peminangan di Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT, dirawat di Rumah Sakit karena alami luka bacok di lengan kanan. 

Kapolres membenarkan satu orang terkena bacokan atas nama Mesakh. Korban dibawa ke Puskesmas Oesao dan meninggal di puskesmas.

"Iya yang bacok pertama dibalas pihak satunya. Meninggal di Puskesmas Oesao. Sementara masih kami tangani. Piket siaga di TKP tapi masih kondusif. Soal yang terkena luka-luka masih kami data," kata Indera.

Pernikah di Banda Aceh Berakhir Penembakan

Kasus ricuh terkait dengan pernikahan juga terjadi di Banda Aceh.

Mengutip Kompas.com, seorang pemuda bernama Dedi berusia 19 tahun tewas diduga ditembak anggota polisi saat melerai perkelahian temannya di sebuah lokasi pesta perkawinan di Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang berada di sebuah aksi organ tunggal keyboard pada sebuah pesta perkawinan, Minggu dini hari.

Kerabat korban, Ahmad (20) menyebutkan Kejadian berawal ketika korban bersama teman-temannya sedang menonton dan ikut berjoget pada pertunjukkan organ tunggal tersebut.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved