Kabar Palangkaraya

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Sekolah di Palangkaraya Mulai Kurangi Jam Belajar

Kualitas udara Kota Palangkaraya yang terus menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan, mulai mengganggu aktivitas pembelajaran di seko

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Sekolah di Palangkaraya Mulai Kurangi Jam Belajar
Tribunkalteng.com/faturahman
Pengendara sepeda motor di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu, (17/7/2019) menggunakan penutup hidung atau masker untuk menghindari bau kabut asap yang menyengat dampak kebakaran lahan. Kemenag Kota Palangkaraya mengeluarkan edaran agar sekolah mengurangi jam pelajaran di madrasah akibat kondisi ini. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kualitas udara Kota  Palangkaraya, Kalteng, terus menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan, mulai mengganggu aktivitas pembelajaran di sekolah.

Sebagai upaya mencegah banyaknya korban yang sakit akibat kondisi tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Palangkaraya punmnerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala Madrasah di berbagai jenjang, termasuk Raudhatul Athfal (RA).

Dalam suratnya tertanggal 9 Agustus 2019, Kepala Kemang Kota Palangkaraya Baihaqi, mengeluarkan seruan agar madrasah memundurkan jam mulai masuk sekolah.

"Jam masuk sekolha diundur, dari semula masuk mulai pukul 06.30 WIB menjadi 07.00 WIB dengan pengaturan  durasi per jam pelajaran juga dikurang," terang Baihaqi.

Lafadz Niat Puasa Arafah Arab Latin dan Terjemahan, Niat Puasa Arafah atau 9 Dzulhijjah, 10 Agustus

Berbahaya Dampak Kabut Asap dari Kebakaran Lahan Bagi Kesehatan, Ini Tips Pencegahannya

Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries Sibuk dengan Urusan Percintaan, Hari yang Suram bagi Scorpio

WhatsApp Bakal Punya Fitur Mirip Boomerang di Instagram, Begini Cara Kerjanya

Kebijakan serupa sebelumnya juga dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya kepada seluruh sekolah di Kota Cantik.

Jika dalam kondisi normal durasi satu jam pelajaran 35 menit pada jenjang MI, dalam edaran yang efektif mulai diberlakukan per Sabtu (10/8/2019) dikurang menjadi 25 menit per satu jam pelajaran.

Sedangkan bagi jenjang MTs yang sebelumnya satu jam pelajaran durasinya 40 menit, dikurangi menjadi 30 menit.

"Artinya, dengan ketentuan ini siswa di madrasah akan dipulangkan lebih awal dari jadwal biasanya," timpal Baihaqi.

Kemenag juga menyerukan agar sekolah mengurangi aktivitas di luar ruang kelas, seperti praktik olahraga. Guru diseru untuk menggantinya dengan aktivitas nonfisik.

Upacara bendera di halaman sekolah juga akan ditiadakan sampai kondisi udara kembali membaik.

"Bagi siswa, diseru agar mengenakan masker di sekolah untuk menghindari ISPA karena kualitas udara yang tidak sehat ini," kata dia. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved