Kabar Kalimantan

GP Ansor Kutai Timur Geram dengan Postingan Tak Baik Tentang Mbah Moen, Oknum Wartawan Dipolisikan

Postingan yang dinilai meresahkan itu diunggah JR di media sosial Facebook dengan akun namanya, Rabu (7/8/2019) malam.

GP Ansor Kutai Timur Geram dengan Postingan Tak Baik Tentang Mbah Moen, Oknum Wartawan Dipolisikan
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Ketua GP Ansor dan SekRecab Banser Kutim saat membuat laporan kepolisian 

TRIBUNKALTENG.COM, SANGATTA - Dinilai menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, seorang wartawan yang kerap mencari berita di Kabupaten Kutai Timur, berinisial JR, dilaporkan jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Kutai Timur ke Satreskrim Polres Kutim, Kamis (8/8/2019).

Postingan yang dinilai meresahkan itu diunggah JR di media sosial Facebook dengan akun namanya, Rabu (7/8/2019) malam.

JR dalam postingannya menuliskan kalimat tentang ungkapan duka cita terhadap kepergian KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, namun diiringi dengan kata-kata yang tidak sopan.

Postingan tersebut sontak membuat jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Kutim, merasa keberatan.

Zodiak Hari Ini Pisces, Ramalan Zodiak Besok Jumat 8 Agustus 2019, Cancer Jangan Terlempar, Aries?

Tongkat KH Maimoen Zubair yang Hilang Ditemukan Santrinya di Makkah, Sang Menantu Ungkap Ceritanya

Razia Warung Malam, Kapolsek Kapuas Murung Temukan Muda Mudi Konsumsi Miras, Ini yang Dilakukan

Mengerucut, Presiden Jokowi Sebut Provinsi di Kalimantan Ini yang Jadi Lokasi Pemindahan Ibu Kota

Ketua GP Ansor Kutim, Zainul Arifin SH bersama Sekercab Banser Kutim, Komaruddin melaporkan permasalahan tersebut ke Satreskrim Polres Kutim.

"Kami tentu tidak terima dengan apa yang dilakukan oknum tersebut. Apalagi, kami malah tahunya dari teman-teman di pusat, bahwa itu oknum wartawan di Kutai Timur. Dari pusat sudah konfirmasi dengan salah satu media televisi, karena melihat foto oknum tersebut memegang mikrofon dengan label salah satu stasiun televisi nasional. Ternyata bukan wartawan televisi tersebut," kata Zainal.

Ia pun meminta petugas kepolisian memproses kasus tersebut dan menemukan sosok wartawan dimaksud.

"Pastinya kami meminta oknum wartawan tersebut diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku dan meminta maaf di hadapan publik," ujar Zainal.

Laporan kepolisian yang dilakukan GP Anshor dan Banser Kutim, juga didukung oleh Komisariat Pemuda Katholik Kutim yang diketuai Paulus Ven Logo.

"Kami turut mendampingi, agar permasalahan ini tidak menyimpang ke unsur SARA. Karena ini perbuatan oknum dan kami juga tidak senang ada postingan yang tak pantas ditujukan pada seorang ulama," ujar Paulus.

Setelah melalui proses BAP, laporan tersebut diterima oleh Kanitreskrim Iptu Rakib.

"Laporan akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Kami juga segera melakukan pencarian terhadap terlapor untuk dimintai keterangan," kata Rakib. (Tribunkaltim.co/Margaret Sarita)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co

 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved