Mbah Moen Meninggal

KH Maimoen Zubair Wafat, Sosok Tokoh NU yang Hidupnya Mengabdi untuk Pendidikan Agama dan Negara

KH Maimun Zubair atau lebih akrab disapa dengan Mbah Moen. Beliau adalah ulama dan kiai sepuh ormas Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair menyampaikan khutbahnya pada acara Pembukaan Muktamar VIII PPP Tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016). 

TRIBUNKALTENG.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama, Kiai Haji Maimun Zubair dikabarkan meninggal dunia saat melakukan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, pada Selasa (6/8/2019).

Kabar ini kemudian dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani.

"Iya, saya mendapat kabar dari Mekkah," ucap Arsul Sani.

Dia melanjutkan, kabar itu didapat langsung dari putra Mbah Maimun, yaitu Taj Yasin yang juga merupakan wakil gubernur Jawa Tengah.

"Dikonfirmasi putra Beliau, Gus Yasin, Wagub Jateng," kata Arsul.

Maimun Zubair merupakan salah satu tokoh sepuh di PPP. Saat ini dia dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

KH Maimoen Zubair Wafat di Makkah, Ini Profil Mbah Moen yang Meninggal Dunia Subuh Tadi

Pengurus DPD Partai Demokrat Akhirnya Dilantik, Siapkan Kader Terbaik Maju di Pilgub Kalteng 2020

Berjuang Nafkahi 3 Anaknya, Sheila Marcia Kini Jadi DJ Profesional

Ulama Kharismatik

Para santri dan orang-orang pesantren mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok ulama kharismatik yang satu ini.

Beliau adalah KH Maimun Zubair atau lebih akrab disapa dengan Mbah Moen. Beliau adalah ulama dan kiai sepuh ormas Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama.

Mbah Moen juga dikenal sebagai ulama yang selalu dinantikan pencerahanya oleh banyak orang. Nasehat dan petuahnya selalu terasa menyejukkan dan mendinginkan suasana ketika terjadi masalah  besar atau isu yang sedang menjadi bahasan banyak orang. Tidak jarang santri mengumpulkan pesan-pesan beliau sebagai motivasi pribadi ataupun sesama.

Ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928 (90 tahun) ini tidak hanya dihormati dan disegani oleh kalangan santri dan masyarakat umum. Tetapi juga saja dihormati oleh kalangan tokoh-tokoh pemerintahan dan birokrat nasional. Meskipun begitu, tidak menjadikan beliau seseorang yang mengharapkan jabatan maupun materi duniawi.

Putra pertama dari Kyai Zubair dan ibundanya adalah putri dari Kyai Ahmad bin Syu’aib ini dikenal sebagai ulama yang alim dan teguh memegang pendirian. Dari ayahnya, beliau meneladani ketegasan dan keteguhan, sementara dari kakeknya beliau meneladani rasa kasih sayang dan kedermawanan.

Kasih sayang terkadang merontokkan ketegasan, rendah hati seringkali berseberangan dengan ketegasan. Namun dalam pribadi Mbah Moen, semua itu tersinergi secara padan dan seimbang.

Kerasnya kehidupan pesisir tidak membuat sikapnya ikut mengeras. Beliau adalah gambaran dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau yang hidup dalam tradisi pesantren diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved