Kabar Kotim

Gelombang Laut Capai Lebih Dua Meter, Nelayan Ujung Pandaran Kotim Kalteng Takut Melaut

Gelombang Laut Capai Lebih Dua Meter, Nelayan Ujung Pandaran Kotim Takut Melaut

Gelombang Laut Capai Lebih Dua Meter, Nelayan Ujung Pandaran Kotim Kalteng Takut Melaut
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kapal pencari ikan milik nelayan di pesisir laut jawa tepatnya di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng, memilih tidak berlayar, karena gelombang tinggi. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Gelombang Laut Capai Lebih Dua Meter, Nelayan Ujung Pandaran Kotim Takut Melaut.

Tinggi gelombang laut di pesisir laut jawa di sekitar Pantai Ujung Pandaran , Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuat nelayan setempat takut berlayar mencari ikan.

Kondisi gelombang tinggi hingga dua meter terjadi dalam sebulan terakhir, sehingga nelayan atau pencari ikan di pesisir Pantai Ujung Pandaran dan sekitarnya, memilih istirahat dalam mencari ikan di pesisir pantai yang menjadi andalan objek wisata Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.

Data dari Badan Meteorilogi Klimatologi, juga menunjukan pesisir laut jawa seputaran Kalimantan Tengah tinggi gelombang berkisar antara satu sampai dua meter sehingga nelayan diminta berhati-hati dalam mencari ikan di pesisir laut jawa. 

Viral di Medsos! Heboh Bus Terbakar di Jembatan Tumbang Nusa Pulang Pisau Kalteng, Nasib Penumpang?

Horoskop Aries Hari Ini, Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 1 Agustus 2019, Malapetaka dari Cancer

Bicara di Rakor Restorasi Gambut, Sekda Kalteng: Pemindahan Ibu Kota Baru Picu Pembakaran Lahan

Beberapa nelayan pencari ikan di sekitar Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, mengaku sementara berhenti melaut untuk mencari ikan, selama musim angin kencang yang disertai gelombang cukup tinggi tersebut, karena ketinggian gelombang bisa membuat kapal karam.

"Gelombangnya tinggi, bisa mencapai dua meter lebih, itu bisa mengakibatkan kapal karam, makanya kami memilih tidak melaut sementara waktu kerja serabutan saja," ujar Rahmat alias amat salah satu nelayan Pantai Ujung Pandaran, Rabu (30/7/2019).

Hal senada juga diakui dalag satu penumpang kapal PT Pelni yang dalam beberapa hari ini, tiba di Sampit, mengatakan, selama dalam perjalanan dari Semarang menuju Sampit, tinggi gelombang laut jawa hingga mencapai tiga meter lebih, sehingga saat dalam perjalanan banyak penumpang yang mabok gelombang.

"Untung saja kapalnya tidak apa-apa, saya yang ikut dalam kapal dari Semarang menuju Pelabuhan Sampit, saat itu, juga merasa was-was, karena akibat gelombang, kapal yang dihantam gelombamg tinggi sempat goyang-goyang dan membuat penumpang muntah," ujar Adi sakag seorang penumpang kapal laut.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved