Kini Terjaring OTT KPK, Bupati Kudus Tamzil Pernah Terjerat Kasus Korupsi Dana Bantuan Pendidikan

Bupati Kudus Muhammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama delapan orang lainnya pada Jumat (26/7/2019).

Kini Terjaring OTT KPK, Bupati Kudus Tamzil Pernah Terjerat Kasus Korupsi Dana Bantuan Pendidikan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus M Tamzil saat ke Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (30/7/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Bupati Kudus Muhammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama delapan orang lainnya pada Jumat (26/7/2019).

Namun kasus dugaan suap yang kini menjeratnya, bukan kasus pertama menimpa Muhammad Tamzil.

Beberapa tahun lalu, Tamzil sempat dipidana kasus dugaan korupsi dana bantuan sarana pendidikan di Kudus.

Kali ini, diduga, terjadi transaksi suap yang melibatkan Tamzil dan calon kepala dinas setempat. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang yang totalnya masih dihitung.

Transaksi tersebut diduga suap pengisian jabatan.

Ramalan Zodiak Besok Minggu (28/7/2019), Zodiak Hari Ini Aries Posesif Tingkat Tinggi, Pisces Pusing

Bupati Kudus Kena OTT, KPK: Sebelumnya Sudah Ada Dugaan Suap Pengisian Jabatan

Suaminya Ditembak Mati Brigadir Rangga, Istri Bripka Rachmat Sempat Ingatkan Hal Ini

Dijual Rp 110 Juta, TKW asal Lombok Ini Ini Disiksa dan Disiram Air Panas oleh Majikan di Arab Saudi

Saat ini, Tamzil dan delapan orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif selama 1x24 jam untuk menetapkan status hukumnya.

Ternyata, Tamzil pernah menjejakkan kaki di lubang yang sama beberapa tahun lalu. Saat itu, di posisinya sebagai bupati Kudus periode 2003-2008, ia melakukan korupsi dana bantuan sarana dan prasaran pendidikan Kabupaten Kudus tahun anggaran 2004-2005. Namun, perkaranya baru ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus pada 2014.

Hakim Pengadilan Negeri Kudus menjatuhkan vonis pidana satu tahun dan sepuluh bulan penjara atau 22 bulan pada Februari 2015. Tamzil juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta atau setara dengan tiga bulan kurungan.

Dalam kesimpulannya, hakim menyimpulkan bahwa Tamzil telah terbuti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama. Secara umum, hakim sependapat dengan jaksa dari Kejaksaan Negeri Kudus. Bekas staf ahli Gubernur Jawa Tengah itu terbukti telah menyalahgunakan wewenang yang ada padanya dalam perkara tersebut.

Hakim juga mencatat bahwa Tamzil telah memerintahkan Ruslin selaku kepala Dinas Pendidikan sekaligus pengguna anggaran untuk membayarkan dana ke pihak ketiga, yakni Abdul Gani, selaku direktur PT Gani and Son sebesar Rp 21,8 miliar.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved