Kabar Dunia

Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Kepala Negara Tertua di Dunia

Ia merupakan politisi veteran yang menjadi kepala negara tertua di dunia setelah Ratu Elizabeth II asal Inggris berkuasa pada 2014, atau tiga tahun s

Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Kepala Negara Tertua di Dunia
AFP/FETH
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi 

TRIBUNKALTENG.COM, TUNIS - Kepala negara tertua di dunia, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi dilaporkan meninggal dunia.

Beji Caid Essebsi meninggal di usia 92 tahun. Ia merupakan politisi veteran yang menjadi kepala negara tertua di dunia setelah Ratu Elizabeth II asal Inggris berkuasa pada 2014, atau tiga tahun setelah munculnya Arab Spring.

Dilansir AFP Kamis (25/7/2019), dia masuk rumah sakit karena didera penyakit pada akhir Juni lalu, dan diberitakan kembali masuk ke ruang perawatan darurat.

"Segalanya tidak berjalan dengan baik," ucap anak presiden tertua di dunia itu, Hafedh Caid Essebsi setelah sang ayah kembali dirawat di rumah sakit.

Inilah Presiden Termiskin di Dunia, Sang Istri Tanam Bunga Demi Tambahan Pendapatan

Sore Ini, Kalteng Putra Kontra Pemuncak Klasemen Pekan ke-10 Liga 1 2019, Berikut Jadwalnya

Akademisi IAIN Palangkaraya Jadi Pembicara di Konferensi Fatwa MUI

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis mengucapkan belasungkawa dan menyebut Essebsi sebagai "aktor berani yang menapak ke jalan demokrasi".

Khawatir akan terjadinya kekosongan kekuasaan jelang pemilu November mendatang, baik politisi maupun pengguna media sosial meminta adanya transparansi soal kesehatan Essebsi.

Konstitusi Tunisia yang diadopsi pada 2014 mempunyai dua solusi jika terjadinya kekosongan kekuasaan. Pertama, perdana menteri bisa mengambil alih tugas presiden tak lebih dari 60 hari.

Jika masa kekosongan itu ternyata berlangsung lama, ketua parlemen bakal mendapat tanggung jawab sebagai pelaksana presiden hingga 90 hari ke depan.

Dua solusi itu harus didasarkan pada pengadilan konstitusi setelah ditemukannya bukti cukup bahwa presiden dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya.

Namun delapan tahun sejak bergulirnya Arab Spring untuk mendongkel diktator Zine El Abidine Ben Ali, Tunisia masih belum mempunyai pengadilan konstitusi.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved