Breaking News:

Akademisi IAIN Palangkaraya Jadi Pembicara di Konferensi Fatwa MUI

Pada ajang bergengsi tersebut terpilih 20 Paper terbaik dari hasil seleksi seluruh Indonesia oleh Komisi Fatwa MUI.

Istimewa
Mantan Rektor IAIn Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu saat menjadi pembicara dalam 4th Annual Conference On Fatwa Studies 2019 di Hotel Marga, Depok, Jawa Barat. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Purnatugas sebagai Rektor IAIN Palangkaraya, pemikiran Ibnu Elmi AS Pelu ternyata masih dibutuhkan kalangan intelektual.

Ini dibuktikan dengan kepercayaan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia untuk mengundang Ibnu Elmi AS Pelu sebagai salah satu pembicara dalam 4th Annual Conference On Fatwa Studies 2019 di Hotel Marga, Depok, Jawa Barat.

Dalam acara yang merupakan rangkaian Milad ke-44 MUI dan digelar 25-27 Juli 2019 dibuka langsung oleh Prof Dr KH Ma'ruf Amin selaku Ketua MUI yang dihadiri oleh ratusan anggota MUI dari seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, pemikiran saya tentang fatwa ulama yang bertansformasi dengan kompilasi hukum Islam sebagai solusi permasalahan umat Islam di Indonesia mendapat apresiasi dari panitia," kata Ibnu Elmi kepada Tribunkalteng.com, Jumat (26/72019).

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila, Ibnu Elmi: Pahami Causa Prima Lima Sila

Lechia Gdansk Menang, Egy Maulana Vikri Tampil Lagi Melawan Klub Denmark di Kualifikasi Liga Europa

Liga Inggris - Dani Ceballos Asal Real Madrid Resmi Satu Musim Bergabung ke Arsenal

Pada ajang bergengsi tersebut terpilih 20 Paper terbaik dari hasil seleksi seluruh Indonesia oleh Komisi Fatwa MUI.

Doktor Ibnu Elmi AS Pelu, SH, MH yang merupakan dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah IAIN Palangkaraya dan Jefry Tarantang, S.Sy, SH, MH yang juga merupakan Dosen Hukum Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangkaraya yang pada 2017 lalu juga menjadi menjadi Pembicara pada konferensi Internasional MUI.

Dalam kesimpulan pembicaraannya, Ibnu Elmi dan Jefry Tarantang merekomendasi "Produk fatwa Majelis Ulama Indonesia dari masa ke masa sejak 44 tahun yang lalu lembaga Majelis Ulama Indonesia berdiri diperlukan pendekatan lebih lanjut terkait dengan pembangunan hukum yang bersumber dari fatwa untuk bertransformasi menjadi Kompilasi Hukum Islam."

"Hal ini agar eksistensi fatwa tampil menjadi sumber hukum materil (Kompilasi Hukum Islam) dalam menjawab permasalahan umat Islam Indonesia dan memiliki kekuatan yuridis dalam tata hukum Indonesia," terang Ibnu. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved