Breaking News:

Kabar Kotim

Warga Seranau Dambakan Jembatan, Pemkab Kotim Taksir Biayanya Rp 1 Triliun

Namun pembangunan jembatan memerlukan dana patungan, Kotim memerlukan sokongan dana dari Provinsi dan APBN atau dana dari pusat.

Penulis: Fathurahman | Editor: Mustain Khaitami
tribunkalteng.co/fathurahman
Warga Kelurahan Mentaya Seberang Sampit untuk menyeberang masih menggunakan kapal feri penyeberangan dan transportasi kelotok, karena belum ada jembatan penyeberangan di Sungai Mentaya. 

WACANA Pembangunan jembatan Sungai Mentaya, Sampit, Kotim, Kalteng, yang pembangunanya didambakan warga Mentaya Seberang, Sampit, langsung mendapat tanggapan dari Kepala Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Salahuddin.

Ketika menghadiri kegiatan Gubernur Kalteng di Sampit, dia mengungkapkan, banyak syarat yang diperlukan dalam pembangunan jembatan tersebut, seperti, adanya visibility study, clear and clean lahannya, analisa dampak lingkungan, detile enginering design, untuk ini diperkirakan membutuhkan waktu lama, jadi agak terlambat.

Dia menjelaskan, untuk membangun jembatan di atas bentang 100 meter harus mendapat izin dari Komisi Keamanan Jembatan, yang prosesnya tidak gampang, karena ada standar pengukurannya hingga jembatan dinyatakan aman oleh komisi ini dan dilanjutkan dengan tahapan lainnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana mencapai Rp1 triliun rupiah tersebut pembangunanya harus dimulai oleh Pemkab Kotim dengan terlebih dahulu membangun pondasinya.

"Untuk menunjukkan keseriusan pembangunan awal harus menggunakan dana APBD Kotim, kemudian mengajukan dana tambahan dari APBD Kalteng dan APBN, sehingga nantinya pembangunannya dilakukan dengan dana patungan," ujarnya.

Tribunkalteng.com / faturahman

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved