Kabar Barsel

Marak Penangkapan Ikan Pakai Setrum dan Racun di Barito Selatan, Ini Kalta Kapolres

Penangkapan ikan menggunakan alat setrum dan racun semakin marak terjadi di Aliran Sungai Barito sehingga polisi melakukan patroli dalam menyisir sung

Marak Penangkapan Ikan Pakai Setrum dan Racun di Barito Selatan, Ini Kalta Kapolres
Istimewa/Polres Barsel
Barang bukti yang diamankan polisi karena melakukan ilegal fishing. 

TRIUNKALTENG.COM, BUNTOK - Polres Barito Selatan mengamankan seorang warga Barsel bernama Asni (52) warga Desa Tabatan Baru, RT.03/RW.01, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, karena menangkap ikan secara ilegal.

Kapolres Barito Selatan, AKBP Wahid Kurniawan, membenarkan adanya penangkapan pelaku illegal fishing tersebut.

"Asni ditangkap, karena menangkap ikan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan, yakni menggunaan alat setrum saat beroperasi di DAS Barito, Desa Tabatan Murung, Kecamatan Jenamas, Kabupaten. Barsel, Kalteng," kata Kapolres.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, seperangkat alat setruman, empat accu 12 amper, satu buah alat seruk atau stik berkeranjang atau tanggok, satu buah kelotok ces dengan mesin 6,5, telepon  selular warna merah putih, satu ekor ikan pipih, sepuluh ekor ikan puyau, dua ekor ikan babaga, dan satu baskom plastik warna hitam.

Bupati Barsel Minta Perusahaan Batu Bara Perbaiki Tiang Fender Jembatan Kalahien yang Ambruk

Hasil Barito Putera Vs Persela Lamongan Berakhir Seri 0-0 di Pekan ke-10 Liga 1 2019

Kini Bintang Juventus Cristiano Ronaldo Dinyatakan Bebas dari Tuduhan Pemerkosaan

Penangkapan ikan menggunakan alat setrum dan racun semakin marak terjadi di Aliran Sungai Barito sehingga polisi melakukan patroli dalam menyisir sungai agar praktek terlarang yang merusak lingkungan tersebut bisa disudahi.

Meski demikian, sosialisasi terhadap pelarangan penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan tersebut sebaiknya disosialisasikan secara mendalam dan menyeluruh kepada masyarakat agar bisa diketahui oleh pencari ikan sehingga tidak melakukan tindakan yang dilarang.

Informasi warga setempat, hingga, Selasa (23/7/2019) praktek penangkapan ikan dengan cara setrum dan menggunakan racun serta bahan peledak yang tidak ramah lingkungan sehingga membuat ikan banyak mati tersebut masih marak terjadi di DAS Barito wilayah Kalteng.

Perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh agar masyarakat tahu apa saja yang boleh dipakai dan yang dilarang dalam mencari ikan di sungai, sehingga warga yang mencari ikan dengan cara melanggar aturan tidak berani melakukannya lagi.

"Sosialisasi harus terus dilakukan, karena selama ini, sebagian warga masih suka mencari ikan menggunakan alat setrum atau racun karena tidak tau penggunaan alat tersebut dilarang, sehingga banyak ikan mati di sungai," ujar Iqbal, salah seorang warga Barito Selatan. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved