Saldo Tambahan Dipindah ke Rekening Lain Saat IT Error, Bank Mandiri Blokir 2.670 Rekening Nasabah

Rekening nasabah tersebut diblokir lantaran tercatat menerima saldo tambahan dan telah memindahkannya ke rekening lain.

Saldo Tambahan Dipindah ke Rekening Lain Saat IT Error, Bank Mandiri Blokir 2.670 Rekening Nasabah
TRIBUN KALTIM/ CHRISTOPER DARMAWANGSA
Suasana saat nasabah memadati kantor Bank Mandiri, Jl Jenderal Sudirman Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (20/7/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM,JAKARTA - Pasca-gangguan sistem IT Bank tersebut akhir pekan lalu, Bank Mandiri melakukan pemblokiran terhadap lebih dari dua ribu rekaning nasabahnya.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengaku telah memblokir 2.670 rekening nasabah setelah kejadian Sabtu, (20/7/2019) lalu.

Rekening nasabah tersebut diblokir lantaran tercatat menerima saldo tambahan dan telah memindahkannya ke rekening lain.

"Yang sudah transfer atau menarik uangnya sudah kami block, mungkin mereka tidak sadar bertambah, tapi jumlahnya sangat sedikit, 2.670 nasabah dari total 1,5 juta atau 10 persen nasabah yang mengalami gangguan," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (21/7/2019).

Ini Penjelasan Bank Mandiri Soal Ketidaksesuaian Rekening Nasabah yang Sempat Bikin Panik

Dua Pemain Barito dan Satu dari Kalteng Putra Dipanggil PSSI, Ini Daftar Pemain Timnas U-23

Tidak Mudah Jatuh Cinta, 5 Zodiak yang Susah Diluluhkan Hatinya

Lantas apakah, bank berlogo pita emas ini dapat meminta nasabah yang telah memindahkan saldo tambahannya?

Nyatanya tak semudah itu. Alasannya, dalam General Conditions for Account Opening (GCAO) alias syarat dan ketentuan pembukaan rekening Bank Mandiri tak mengatur ketentuan soal ini.

Malah, transaksi tersebut justru dianggap sah, serta mengikat bank dan nasabah.

"Instruksi yang terekam dan dihasilkan dari sarana elektronik yang digunakan oleh bank merupakan bukti yang sah dan mengikat pemilik rekening dan bank," bunyi pasal 6.2 GCAO Bank Mandiri.

Dalam pasal 2.3 GCAO pun dinyatakan meski jika terjadi perbedaan data antara bank dan nasabah, data milik bank yang diakui.

Kecuali dapat dibuktikan sebaliknya. Ketika dikonfirmasi, Rohan mengatakan, pihaknya tetap dapat meminta nasabah mengembalikan saldo tambahan yang terlanjur dipindahkan.

"Landasan hukumnya sederhana, kami memiliki data mutasi bahwa saldo tambahan tersebut bukan milik nasabah," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved