Kabar Palangkaraya

Udara Palangkaraya Mulai Berasap, Alat Pemantau Pencemaran Udara Palangkaraya Malah Rusak

Udara Palangkaraya Mulai Berasap, Alat Pemantau Pencemaran Udara Palangkaraya Malah Rusak

Udara Palangkaraya Mulai Berasap, Alat Pemantau Pencemaran Udara Palangkaraya Malah Rusak
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Salah satu alat pemantau pencemaran udara ditempatkan di Lingkungan Pemko Palangkaraya di Jalan Tjilik Riwut km 5,5 Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah mulai membawa dampak pada munculnya kabut asap tipis menyelimuti Kota Palangkaraya, dan mengganggu pengendara sepeda motor saat di jalan.

Namun sayangnya, tingkat pencemaran udara dampak kebakaran lahan tersebut belum bisa terpantau oleh petugas laboratorium lingkungan hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya karena alat pengukur indeks pencemaran udara (ISPU) tidak bisa dioperasionalkan.

Pantauan, Rabu (17/7/2019) udara palangkaraya dikotori oleh bau menyengat asap dampak kebakaran lahan dan membuat mata perih pengendara sepesa motor saat keluar rumah terutama pagi hari.

Ini dikeluhkan pengendara sepeda motor di jalan umum."Keluar rumah harus pakai masker jika tidak bisa kena ISPA," ujar Yadi salah satu warga setempat. 

Zodiak Cinta Besok, Ramalan Zodiak Cinta Kamis 18 Juli 2019, Kehidupan Cancer, Pisces & Lawan Kencan

Udara Palangkaraya Mulai Tercemar Bau Asap, Mata Perih dan Warga Mulai Terdampak ISPA

Ramalan Zodiak Cancer Kamis 18 Juli 2019: Zodiak Gemini Emosional, Zodiak Aquarius Pandai Olah Kata

Kepala Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, Bowo, saat dikonfirmasi terkait rusaknya alat pendeteksi tingkat pencemaran udara Kota Palangkaraya , Rabu (17/7/2019) mengatakan, alat tersebut sedang dalam pemeliharaan.

"Alat ISPU sudah dua bulan ini tidak berfungsi, teknisinya khusus didatangkan dari Kementerian Lingkungan Hidup, kami sudah mengajukan usulan perbaikan, karena Palangkaraya saat ini mulai diselimuti kabut tipis asap dampak kebakaran lahan, tapi belum ada kejelasan dari kementerian perbaikannya," ujar Bowo

Dikatakan dia, alat tersebut error sejak dua bulan ini, sehingga saat terjadi pencemaran udara akibat kabut asap seperti saat ini, data yang keluar tidak akurat, karena alat pemantau partikel pencemaran udara yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak tahun 2017 tidak bisa dipakai.

"Kami menunggu saja teknisinya datang ke Palangkaraya," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved