Kabar Kapuas

Feri Penyeberangan Jadi Alternatif Memutar Jembatan Pulau Telo, Ini Imbauan Kapolsek Kapuas Barat

Perbaikan Jembatan Pulau Telo yang diiringin dengan pemberlakukan sistem buka tutup jalur, diprediksi berdampak pada peningkatan pengguna feri

Feri Penyeberangan Jadi Alternatif Memutar Jembatan Pulau Telo, Ini Imbauan Kapolsek Kapuas Barat
Polsek Kapuas Barat
Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno membagikan imbauan yang ditempel di kawasan feri penyeberangan kawasan Desa Saka Mangkahai ke Sei Pitung dan sebaliknya, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Perbaikan Jembatan Pulau Telo yang diiringin dengan pemberlakukan sistem buka tutup jalur, diprediksi berdampak pada peningkatan pengguna feri penyeberangan di Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Kemungkinan ini langsung disikapi Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno yang secara proaktif mengeluarkan imbauan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat pengguna dan penyedia jasa feri penyeberangan di wilayah hukum Polsek Kapuas Barat.

Disampaikan dan ditempel di kawasan feri penyeberangan di Desa Saka Mangkahai ke Sei Pitung dan sebaliknya, Jumat (12/7/2019).

"Imbauan disampaikan dalam upaya untuk menjaga dan memelihara kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Jembatan Pulau Telo Kapuas Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Kendaraan Lewat Harus Antre

Sadis! Pembantaian di Papua Nugini, Tubuh Korban Dipotong-potong, Rumahnya Dibakar

Kenal di Facebook, Ibu Rumah Tangga Dimutilasi dan Potongannya Dibakar, Sang Pelaku Ternyata . . .

Terkait pula dengan adanya peningkatan aktifitas pengguna jasa kapal feri penyeberangan di kawasan itu, sehubungan adanya perbaikan Jembatan Pulau Telo Kapuas selama bulan Juli sampai dengan Oktober 2019.

Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno mengimbau beberapa hal. Diantaranya imbauan kepada warga masyarakat pengguna jasa feri penyeberangan.

Yakni, agar mengikuti antrian dan tidak berdesak desakan saat naik dan turun ke kapal feri untuk menghindari adanya ketidaktertiban, kemacetan dan kecelakaan.

Lalu, tidak memaksakan diri untuk ikut dalam kapal feri apabila kapasitas muatan kendaraan dan penumpang melebihi jumlah yang diizinkan.

"Bagi penumpang yang menggunakan mobil agar keluar dari dalam mobil saat naik ke kapal feri untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya korban apabila terjadi kecelakaan," imbaunya.

Imbauan juga disampaikan kepada warga masyarakat pemilik atau penyedia jasa kapal feri penyeberangan.

Halaman
123
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved