Suami Paksa Istri Berhubungan Badan Termasuk KDRT, Komnas Perempuan: Itu Perkosaan!

Namun ada kalanya, istri tidak bisa memenuhi keinginan suami untuk melayaninya di atas ranjang karena berbagai alasan.

Suami Paksa Istri Berhubungan Badan Termasuk KDRT, Komnas Perempuan: Itu Perkosaan!
net
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM - Hubungan suami istri adalah merupakan sebuah kebutuhan biologis dalam sebuah jalinan pernikahan.

Namun ada kalanya, istri tidak bisa memenuhi keinginan suami untuk melayaninya di atas ranjang karena berbagai alasan.

Komnas Perempuan keluarkan warning alias peringatan keras: bahwa memaksa istri berhubungan badan tergolong kejahatan pemerkosaan. Ancaman hukumannya sangat serius!

Komisioner Komnas Perempuan, Adriana mengatakan, memaksa istri untuk melakukan hubungan seksual adalah bentuk pemerkosaan terhadap istri atau lebih tepatnya marital rape.

Ajakan Berhubungan Badan dan Permintaan Dielus-elus Ditolak, Suami Bacok dan Sayat Leher Istri

Anak Kabur ke Atas Genteng saat Disunat, Rayuan Orang Tua Gagal, Ini Penyelamatnya

Pecah Pembuluh Darah, Tio Pakuwodewo Dilarikan ke RS Pusat Otak Nasional, Sempat Posting Video Ini

Belakangan, karena maraknya kasus, marital rape sering disebut kekerasan seksual.

Menurutnya, kekerasan seksual juga masuk ke dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT).

"Jadi KDRT itu dia memaksa istrinya untuk melakukan sesuatu tapi dia tidak mau.

Itu bentuk pemerkosaan atau kekerasan seksual pada perempuan ekstrem yang dapat berakhir kepada kematian," ujar Adriana saat dihubungi, Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan, seorang istri bisa saja menolak suami apabila menolak melakukan hubungan suami istri dengan alasan tertentu.

"Bisa saja istrinya lagi sakit atau ada alasan khusus lainnya yang membuat tidak bisa melayani suaminya, itu hal yang sah dalam rumah tangga," ujar dia.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved