Pendidikan

Rumini Guru Honor yang Dipecat Karena Ungkap Pungli di Sekolah, Dukungan Petisi Online Mengalir

Mengaku dipecat karena protes adanya pungutan liar di sekolah, Rumini (44), mantan guru honorer SD Negeri Pondok Pucung 02, Tangerang Selatan,mendapat

Rumini Guru Honor yang Dipecat Karena Ungkap Pungli di Sekolah, Dukungan Petisi Online Mengalir
Tangkapan layar dari Change.org.
Petisi online dukung Rumini ungkap pungli di Tangerang Selatan muncul di Change.org. 

Akhirnya, pada akhir 2018, Rumini memberanikan diri untuk membuka komputer sekolah agar bisa melihat rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS) dan rencana anggaran belanja sekolah (RAB).

"Saya melihat di anggaran itu sudah ada dari BOS dan BOSDA, dan harusnya tidak dibebankan lagi ke wali murid," ungkapnya.

Setelah mengetahui itu, Rumini terus melayangkan protes kepada sekolah dan meminta transparansi pengeluaran dana BOS. "Saya kaget ternyata sekolah itu dapat dana BOS Rp 464 juta per tahun, kalau BOSDA itu Rp 870 juta per tahun," kata Rumini.

Namun, akibat sering melakukan protes, dia mengaku malah mendapat intimidasi dari pihak sekolah.

Dia mengaku sering mendapat intimidasi dalam bentuk fisik.

"Mereka (para guru) kayak sudah bekerja sama, ada yang bagian dorong saya, nanti saya dikunciin di ruangan, nanti pas keluar ada yang ngejar saya, pokoknya enggak enak," kata dia.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Taryono mengatakan bahwa Rumini dipecat bukan karena dia vokal dalam membicarakan dugaan pungli di SD tersebut.

"Tentu saja bukan, kita membutuhkan guru yang berpikir kritis dan inovatif," kata dia. Taryono mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan proses panjang sejak 2018. 

"Proses panjang dari tahun 2018, pengaduan oleh Ibu Rumini, investigasi dan klarifikasi, konsolidasi dan pembinaan, pemanggilan, teguran, lalu pemberhentian," ujar Taryono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Orang Tanda Tangan Petisi Online Dukung Rumini Ungkap Pungli di Sekolah" dan  "Guru Honorer Mengaku Dipecat karena Protes Pungutan ke Orangtua Murid" 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved