Bisnis dan Ekonomi

Dari Diskusi Ekonomi Kalteng, Terlalu Tergantung Tambang dan Tak Stabil, Ini Saran Bank Indonesia

Harusnya dibangun, objek yang bisa membuat orang luar datang ke Kalteng, sehingga banyak uang yang masuk ke Kalteng dan menambah perekonomianl lokal.

Dari Diskusi Ekonomi Kalteng, Terlalu Tergantung Tambang dan Tak Stabil, Ini Saran Bank Indonesia
tribunkalteng.com/faturahman
Talk Show Diseminasi Laporan Perekonomian Kalteng, digelar oleh Bank Indonesia Palangkaraya, Selasa (9/7/2019) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pertumbuhan perekonomian Kalteng karena masih menggantungkan pada hasil bumi seperti hasil tambang seperti batu-bara, sehingga pengaruhnya tampak dari fluktuasi perekonomian dunia yang turun naik.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, dalam kegiatan Talk Show tentang perekonomian di Kalimantan Tengah, Selasa (9/7/2019)..

Dampaknya hal ini tentu kurang baik untuk perekonomian di Kalteng.

"Perekomian Kalteng berdasarkan pantauan kami seperti Roller Coaster, kondisinya masih belum stabil dan cenderung terus terjadi turun dan naik, mudah terpengaruh dengan kondisi perekonomian dunia, sebenarnya ini kurang baik bagi pertumbuhan perekonomian Kalteng," ujar Wuryanto.

Tingkatkan Kualitas Uang Layak Edar, Ini yang Dilakukan Bank Indonesia Kalteng

Harga Tiket Akan Turun pada Selasa, Kamis dan Sabtu, Jam 10.00-14.00, Lion Air Yakin Takkan Merugi

Diperiksa Polisi 13 Jam, Galih Ginanjar Mengakui Sendiri Ingin Permalukan Fairuz

Selama ini sebut dia, pekerja yang ada di Kalteng kebanyakan orang luar Kalteng seperti yang menjadi pekerja di perkebunan dan pertambangan, sehingga jika Kalteng, pembangunannya lambat atau kurang tempat hiburan atau event yang menarik wisatawan, maka untuk berlibur atau menghabiskan uang pekerja malah keluar Kalteng, seperti ke Kalsel.

Harusnya dibangun, objek yang bisa membuat orang luar datang ke Kalteng, sehingga banyak uang yang masuk ke Kalteng dan menambah perekonomianl lokal. Jika sudah membaik perekonomian Kalteng tentu tidak lagi bergantung dari perekonomian dunia, jika ada dampak fluktiasi ekonomi dunia, bagi Kalteng tak terlalu terpengaruh besar.

Dia mencontohkan, dengan mengembangkan objek wisata, akhirnya banyak wisatawan yang datang ke Palangkaraya atau Kalteng untuk berwisata dan bisa secara terus-menerus datang, tentu bisa menghasilkan banyak devisa bagi Kalteng.

Beberapa, wisatawan terutama wisatawan asing, menyayangkan pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang digelar belum lama tadi, waktu penetapan kegiatan tidak konsisten, karena diundur dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengunjung atau wisatawan asing makin berkurang datang ke Kalteng. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved