Ensiklopedia

Penjelajah Minta Bantuan Sultan Kutai Mencari Ras Manusia Berekor di Kalimantan, Berhasilkah?

Percakapan itu membuat Bock berpikir tentang keberadaan “tautan kerabat yang hilang” yang disuarakan pendukung teori Darwin.

Penjelajah Minta Bantuan Sultan Kutai Mencari Ras Manusia Berekor di Kalimantan, Berhasilkah?
IST/TropenMuseum
Litograf berdasar karya Carl Bock 1879-1880 dalam buku The Head Hunters of Borneo. Selain menulis soal Suku Dayak, Bock juga punya misi mencari ras manusia berekor atau Orang-boentoet di Kalimantan 

“Jika Sultan Kutai menginginkan Orang-boentoet saya,” ujar Sultan Pasir, “Biarkan dia ambil sendiri.”

c
Buku berjudul Head Hunters of Borneo karya Carl Alfred Bock yang berisi tentang kehidupan Suku Dayak Kalimantan (IST)

Meskipun demikian, Tjiropon tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa manusia berekor itu nyata adanya. "Demi Allah saya pernah melihat Orang-bontoet beberapa waktu silam, dan berbicara kepada mereka , tetapi saya tidak bisa melihat mereka saat ini!" ungkapnya seperti yang dicatat Bock.

Kisah lucu dan sungguh-sungguh terjadi dari pedalaman Kalimantan ini ternyata menarik perhatian Alfred Russel Wallace.

Sang penjelajah sohor asal Inggris itu mengungkapkan, “Satu-satunya episode lucu dalam buku ini adalah upaya sungguh-sungguh untuk menemukan kisah 'manusia berekor' yang kerap dibicarakan di Kalimantan.”

Apakah ras manusia berekor itu benar-benar ada di hutan Kalimantan? Entahlah. Bock tak pernah tertarik lagi menyelisik sosok misterius itu. Wallace pun menyebut peristiwa pencarian ras manusia berekor di Kalimantan sebagai “kekeliruan yang menggelikan”. (NGI/Mahandis Yoanata Thamrin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved