Ensiklopedia

Penjelajah Minta Bantuan Sultan Kutai Mencari Ras Manusia Berekor di Kalimantan, Berhasilkah?

Percakapan itu membuat Bock berpikir tentang keberadaan “tautan kerabat yang hilang” yang disuarakan pendukung teori Darwin.

Penjelajah Minta Bantuan Sultan Kutai Mencari Ras Manusia Berekor di Kalimantan, Berhasilkah?
IST/TropenMuseum
Litograf berdasar karya Carl Bock 1879-1880 dalam buku The Head Hunters of Borneo. Selain menulis soal Suku Dayak, Bock juga punya misi mencari ras manusia berekor atau Orang-boentoet di Kalimantan 

TRIBUNKALTENG.COM - Sembari menikmati durian dalam jamuan makan malam di atas rakit, Carl Alfred Bock berbincang dengan Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan kerabatnya tentang keberadaan ras manusia berekor.

Konon, mereka menghuni permukiman Kesultanan Pasir dan tepian Sungai Teweh.

Percakapan itu membuat Bock berpikir tentang keberadaan “tautan kerabat yang hilang” yang disuarakan pendukung teori Darwin.

Boleh jadi Bock telah membaca buku karya Darwin bertajuk The Origin of Species yang terbit pada akhir 1859.

Carl Alfred Bock merupakan naturalis dan pelancong berkebangsaan Norwegia. Bock melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada 1879.

Kisah Cinta Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Tangisan Raffi Ahmad ke Ferdian Ceritakan Kebaikan Gigi

Zodiak Hari Ini Pisces, Ramalan Zodiak Aries Besok, Zodiak Hari Minggu 7 Juli 2019 Masa Lalu Cancer

Peneliti Ungkap Adanya Ruang Elektromagnetik Tersembunyi di Piramida Giza

Persebaya Lampaui Kalteng Putra di Posisi 5 dan Barito Putera di Peringkat 16 Klasemen Liga 1 2019

Ingat Baiq Nuril Maknun? Kini Terancam Penjara, Baru Kumpulkan Rp 375 juta dari Rp 500 Juta

Ketika itu usianya masih 30 tahun. Sebelum berjejak di Kalimantan, dia telah menjelajah di pedalaman Sumatra pada 1878.

Misinya di Kalimantan merupakan titah dari Gubernur Jenderal Johan van Lansberge. Dia melaporkan kepada Gubernur tentang peradaban suku-suku Dayak.

Tak hanya itu, dia juga menghimpun spesimen sejarah alam untuk beberapa museum di Belanda.

c
Potret Carl Alfred Bock karya Hans Christian Olsen (IST)

Dari penjelajahannya di Samarinda-Tenggarong-Banjarmasin dan pedalaman Kalimantan, Bock menulis buku berjudul Head Hunters of Borneo yang terbit pada 1881.

Tjiropon, seorang abdi kepercayaan Sultan, meyakinkan Bock di depan Sultan dan para Pangeran. Sang abdi itu beberapa tahun silam pernah menjumpai sosok manusia berekor di Pasir, dan menjulukinya dengan “Orang-boentoet”.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved