PKB Bahas Pemerataan Pendidikan Saat Bertemu Jokowi, Incar Posisi Mendikbud?

Pemerataan kualitas pendidikan melalui sarana prasarana, menjadi salah satu persoalan yang disampaikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pertemuan

PKB Bahas Pemerataan Pendidikan Saat Bertemu Jokowi, Incar Posisi Mendikbud?
surya.co.id/bobby constantine koloway
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar 

TRIBUNKALTENG.COM, SURABAYA - Pemerataan kualitas pendidikan melalui sarana prasarana, menjadi salah satu persoalan yang disampaikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (2/7/2019) lalu.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar yang juga ikut dalam pertemuan itu menjelaskan, salah satu hal yang disoroti adalah soal PKB menilai kualitas pendidikan bisa setara apabila ada program prioritas berkeadilan.

Hal inilah yang seharusnya dilakukan sebelum pemerintah pusat menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

"Yang harus disiapkan oleh pemerintah seharusnya fasilitas pendidikannya terlebih dahulu," kata Halim kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Presiden Jokowi Perintahkan Mendikbud Mengevaluasi

Bahaya Kebiasaan Duduk Menyilangkan Kaki, Bisa Akibatkan Varises hingga Lumpuh!

Viral di Medsos, Nenek dan Pemuda 19 Tahun Batal Menikah, Ternyata Ini Alasannya

"Kami minta pemerintah ke depan meningkatkan fasilitasnya sebagai wujud pemerataan kualitas pendidikan sebelum penerapan zonasi. Zonasi ini bagus, namun kecepetan," kata pria yang juga Ketua DPRD Jatim ini.

Namun, pada prinsipnya PKB mendukung setiap kebijakan pemerintah pusat, utamanya dalam PPDB kali ini sebagai wujud pemerataan kualitas pendidikan. Hal ini juga akan menghilangkan label "sekolah favorit" yang selama ini ada di masyarakat dengan melahirkan sekolah favorit lainnya.

Selain itu, pemerintah kedepan juga diharapkan memiliki strategi dalam menjaga kualitas lulusan sekolah yang sebelumnya dilabeli favorit tersebut.

"Kami hanya khawatir bahwa siswa yang kurang dalam hal akademik, sulit untuk mengejar ketertinggalan ketika diterima di 'sekolah favorit' itu. Ini masalah serius kalau sampai terjadi sehingga pemerintah harus menyiapkan solusinya," katanya.

Meskipun banyak membahas pendidikan, Halim membantah bahwa pembicaraan tersebut mengarah kepada permintaan jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Menurutnya, PKB dalam pertemuan itu tak membicarakan soal jabatan menteri.

"Kalau kita bicara pendidikan, lantas kita disebut ingin jatah Menteri Pendidikan? Bukan seperti itu. Kami hanya ingin menegaskan bahwa pendidikan akan menjadi prioritas PKB kedepan," kata kakal kandung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved