Kabar Dunia

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Rusia Terbakar di Dekat Kutub Utara, 14 Tewas

Otoritas Rusia akhirnya mengakui kapal selam yang mengalami kecelakaan itu merupakan kapal selam bertenaga nuklir.

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Rusia Terbakar di Dekat Kutub Utara, 14 Tewas
AP/Independent
Ilustrasi - Kapal selam nuklir milik AL Rusia Yuri Dolgoruky saat terlihat di perairan tak jauh dari kota Arkhangelsk. 

TRIBUNKALTENG.COM, MOSKWA - Otoritas Rusia akhirnya mengakui kapal selam yang mengalami kecelakaan itu merupakan kapal selam bertenaga nuklir.

Pernyataan ini disampaikan tiga hari setelah insiden kebakaran di atas kapal selamnya saat survei dasar laut di dekat Kutub Utara.

Namun Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu, menegaskan reaktor nuklir yang terkandung di dalam kapal selama itu tetap aman dan tidak mengalami kebocoran.

"Reaktor nuklir yang ada di kapal itu telah sepenuhnya terisolasi dan tidak ada orang dalam kapal selam," ujar Shoigu menjawab pertanyaan Presiden Vladimir Putin seputar kondisi terkini pascainsiden, Kamis (4/7).

"Seluruh tindakan yang diperlukan telah diambil oleh para kru untuk melindungi reaktor yang masih berfungsi dengan baik," lanjut Shoigu, menurut transkrip pertemuannya dengan Kremlin, dikutip Reuters.

Zodiak Hari Ini Cancer, Zodiak Sabtu 6 Juli 2019 Ramalan Zodiak Libra Perasaan Jujur, Zodiak Gemini?

Ini Kapal Selam Terbaru Rusia, Simak Kecanggihanya

Pernikahan Sedarah Dilakukan Penghulu Ilegal, Kepala Kemenag Balikpapan Angkat Bicara

Ketik Monyet Cukur Rambut di Google Muncul Gambar Jokowi, Ternyata Begini Penjelaannya

Insiden kebakaran yang melanda kapal selam Rusia dan menewaskan sekitar 14 orang itu dilaporkan terjadi saat survei dasar laut di dekat Kutub Utara, Senin (1/7).

Namun, kabar insiden itu baru disampaikan secara resmi oleh otoritas Rusia sehari berselang. Para pejabat Negeri Tirai Besi itu menghadapi tuduhan mencoba menutupi insiden kebakaran kapal selam itu setelah menegaskan tidak akan memublikasikan rincian kecelakaan karena mencakup rahasia negara.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, insiden itu mencakup rahasia negara sehingga tidak mungkin diungkapkan kepada publik.

"Informasi ini tidak dapat dipublikasikan sepenuhnya karena termasuk kategori rahasia negara. Itu benar-benar normal saat informasi semacam ini tidak dipublikasikan dan ini telah sesuai hukum Federasi Rusia," ujar Peskov, Rabu (3/7).

Namun, Shoigu yang menjawab pertanyaan dari presiden, mengonfirmasi kabar tentang kapal selam nuklir dan mengatakan telah dapat mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan.

"Kami mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan itu adalah api yang muncul pada bagian kompartemen baterai, yang kemudian menyebar," kata Shoigu dalam laporan kepada presiden setelah perjalanannya ke pangkalan angkatan laut di Severomorsk, tempat kapal yang tidak disebutkan namanya itu sedang merapat.

Surat kabar Kommersant, Rabu (3/7), mengutip sumber yang dekat dengan kru, melaporkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan mempertimbangkan hubungan arus pendek sebagai penyebab kebakaran.

Shoigu sebelumnya mengatakan bahwa kru kapal selam telah menutup pintu palka setelah mengevakuasi warga sipil dari kompartemen yang terbakar dan mengisolasi seluruh bagian kapal.

Sementara yang belum dipublikasikan hingga kini adalah nama kapal selam dalam kecelakaan itu. Media Rusia, mengutip sumber-sumber, menyebut kapal itu sebagai Losharik, nama tidak resmi untuk proyek yang dijalankan oleh Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam (GUGI) yang sangat rahasia. Sebelumnya media mengidentifikasi kapal selam sebagai AS-12 juga bagian dari Losharik. (kps/afp/rtr)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved