KaltengPedia

KaltengPedia: Rumah Betang, Jadi Falsafah Hidup Suku Dayak Kalteng

Di Kalimantan Tengah rumah tersebut dinamakan huma betang. Huma berarti rumah yang merupakan adat khas Kalimantan Tengah.

KaltengPedia: Rumah Betang, Jadi Falsafah Hidup Suku Dayak Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Rumah Betang, merupakan rumah khas dayak Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, KaltengPedia - Bagi warga Kalimantan secara umum, pasti mengenal rumah panjang yang di dalamya banyak dihuni oleh sejumlah keluarga yang hidup dengan rukun dan damai dapat berdampingan secara harmonis.

Di Kalimantan Tengah rumah tersebut dinamakan huma betang. Huma berarti rumah yang merupakan adat khas Kalimantan Tengah.

Rumah ini terdapat di berbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh Masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat permukiman suku Dayak.

Beberapa ciri rumah betang tersebut antara lain, bentuknya rumah panggung yang memanjang bisa mencapai 30 sampai 150 meter dengan lebar rumah mencapai 10 sampai 30 meter yang dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa.

Rumah betang biasanya memiliki tiang pondasi dengan ketinggian mencapai 3 sampai 5 meter, rumah ini dikenal sebagai rumah suku dayak, yang didalamnya banyak kelompok keluarga yang hidup secara rukun.

Karena itu pula, oleh orang dayak di Kalteng, rumah betang menjadi falsafah hidup, karena rumah panjang tersebut, meski didalamnya banyak kelompok keluarga, tetapi bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Ini kemudian diterapkan dalam hidup bermasyarakat bagi orang dayak dimanapun berada tetap berpedoman rumah betang sehingga tercipta saling harga-menghargai dengan sesama, meski hidup dalam kemajemukan.

Tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved