Kabar Palangkaraya

Ancaman Izin Usaha Pertambangan Dicabut Jika Tak Bagi Dana CSR, Pemprov Kalteng Bikin Panduannya

Ancaman Izin Usaha Pertambangan Dicabut Jika Tidak Keluarkan Dana CSR, Pemprov Bikin Panduannya

Ancaman Izin Usaha Pertambangan Dicabut Jika Tak Bagi Dana CSR, Pemprov Kalteng Bikin Panduannya
HO/PUPR Kalteng
ILUSTRASI: Salah satu alat berat yang digunakan perusahaan untuk perbaikan jalan di kawasan tambang Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai tegas melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pengusaha pertambangan yang enggan mengeluarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Ketegasan tersebut dituangkan dalam pembuatan blue print (cetak biru) kerangka kerja terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan.

Pembuatan Blue Print tersebut, sebagai upaya agar perusahaan tambang yang beroperasi di Kalteng wajib memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar tambang dalam berbagai program yang mensejahterakan masyarakat sekitar lokasi tambang, karena merupakan kewajiban pihak perusahaan.

Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri, Kamis (4/7/2019) mengatakan, pembuatan blue print tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat sekitar lokasi perusahaan tambang agar tetap diperhatikan oleh perusahaan, dan tidak termarjinalkan dengan adanya investor tambang di Kalteng. 

Ditinggal Pedagang Tidur di Warung di Palangkaraya, Uang Puluhan Juta Rupiah Hasil Dagangan Dicuri

Zodiak Hari Ini Pisces, Ramalan Zodiak Jumat 5 Juli 2019, Zodiak Hari Ini Cancer Bahagia Penuh, Leo?

Kabar Kriss Hatta Terkini, Jika Kriss Hatta Bebas dari Hukuman, Hilda Vitria Enggan Berandai-andai

Viral! Nenek 58 Tahun Nikahi Pemuda 19 Tahun di Pati Jawa Tengah, Kenapa Akhirnya Malah Jadi Kacau?

Nenek Tewas di Kamarnya di Kapuas Tengah, Anak dan Menantu Pertama Kali Menemukan Sudah Tak Bernyawa

"Kita buat blue print tersebut, agar perusahaan pertambangan yang ada di Kalteng tidak bisa lagi lalai dalam menjalankan kewajibannya dalam membantu masyarakat yang ada di sekitar kawasan tambang, sehingga masyarakat tidak jadi terpinggir dengan masuknya perusahaan tambang di Kalteng," ujar Fahrizal.

Dia menegaskan dengan adanya blue print tersebut maka ada panduan bagi perusahaan dalam menjalankan CSR untuk warga.

"Jika ada perusahaan tambang yang tidak melaksanakan CSR maka izin produksi tambang bisa dicabut, apalagi saat ini sudah ada blue print sebagai panduan program CSR tersebut," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng, HM Asera menyambut baik adanya pembuatan blue print tersebut,karena selama ini dia memantau masih ada perusahaan yang tidak menjalankan CSR, padahal itu diwajibkan kepada perusahaan yang berinvestasi di Kalteng."Jangan adalagi perusahaan yang membandel tidak melaksanakan kewajibannya," ujarnya.

Pengusaha Tambang Siap Taati Aturan

Pembuatan Blue Print untuk mengawal program Coorporate Social Responsecibility (CSR) terhadap perusahaan pertambangan yang ada di Kalimantan Tengah disikapi positif oleh perusahaan pertambangan yang ada di Bumi Tambun Bungai.

Salah satunya adalah PT Asmin Bara Berunang yang berinvestasi di Kalimantan Tengah, menyambut baik pembuatan blue print yang digagas oleh Pemprov Kalteng tersebut, sehingga program CSR untuk masyarakat bisa lebih spesifik lagi dan lebih terprogram dengan baik.

Pengelola CSR Asmin Bara Berunang, atau Departemen Head PT Asmin Bara Berunang, Wiwin Suhartanto, mengatakan, perusahaan mereka selama ini sudah menjalankan program CSR tersebut dengan baik sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar tambang.

"Selama ini perusahaan kami sudah melaksanakan program CSR tersebut dengan baik, dan itu dirasakan sendiri oleh masyarakat sekitar perusahaan tambang, tetapi tentunya akan lebih baik lagi jika ada blue print yang disepakati bersama dengan Pemprov Kalteng, kami taat aturan," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved