Kabar Dunia

Rusuh Aksi Demo di Hong Kong, Beijing Blokir Seluruh Platform Media, Televisi Berubah Hitam

Namun gambar dan video tersebut tidak bisa disaksikan di China karena pemerintah memblokir seluruh platform media.

Rusuh Aksi Demo di Hong Kong, Beijing Blokir Seluruh Platform Media, Televisi Berubah Hitam
South China Morning Post
Polisi menembakkan gas air mata, membubarkan pendemo yang menguasai Gedung Legco atau gedung parleman pada Senin (1/7/2019) tengah malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, BEIJING - Kerusuhan di Hong Kong yang berawal dari aksi demo pada Senin (1/7/2019), tidak hanya mengguncang negara semi-otonomi China tersebut, tetapi juga menjadi isu sensitif pemerintah China.

Gambar-gambar dramatis dari para demonstran yang menyerbu dan menduduki gedung parlemen Hong Kong serta aksi demonstrasi di seluruh kota yang telah berlangsung selama berminggu-minggu menjadi perhatian dunia.

Namun gambar dan video tersebut tidak bisa disaksikan di China karena pemerintah memblokir seluruh platform media.

Mulai dari saluran televisi, suratkabar, hingga media sosial diblokir oleh Beijing.

Semifinal Copa America - Brasil Vs Argentina, Thiago Silva Ingatkan Tim Samba Fokus ke Lionel Messi

Alex Morgan Bawa Amerika Serikat ke Final Piala Dunia Wanita 2019 Usai Tekuk Inggris 2-1

Warga Berebut Bahan Bakar, Truk yang Terguling Itu Tiba-tiba Meledak, 45 Tewas

Layar TV langsung menjadi gelap ketika outlet berita asing mem-flash gambar demonstrasi, sementara banyak media asing juga menemukan situs web mereka diblokir di China daratan.

Platform media sosial bahkan tidak membahas apa pun yang terjadi di Hong Kong.

Bagi China, aksi demonstrasi Hong Kong itu merupakan hal yang sensitif karena apa yang diperjuangkan demonstran sangat banyak bersinggungan dengan sistem peradilan di Beijung.

RUU ekstradisi yang ditentang rakyat Hong Kong berisi tentang pemulangan warga asing yang menjadi pelaku kriminal di Hong Kong ke negara asalnya, termasuk China daratan.

Bagi rakyat Hong Kong, RUU tersebut sangat berlawanan dengan kebebasan yang mereka anut selama ini karena proses hukum seseorang jauh lebih penting dibandingkan ekstradisi.

Jika pelaku kriminal dipulangkan ke China daratan, maka sistem hukum tidak menjamin mereka akan diadili secara adil dan para hakim akan lebih memilih untuk mengekstradisi mereka ke China.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved