Kabar Palangkaraya

Oknum Kepsek dan 2 Guru SMP di Palangkaraya Terjaring OTT, Diduga Pungli Agar Siswa Naik Kelas

Bersama oknum kepala sekolah itu, dua oknum guru di SMP itu juga turut diamankan dengan sejumlah uang yang diduga sebagai pungutan liar yang dilakukan

Oknum Kepsek dan 2 Guru SMP di Palangkaraya Terjaring OTT, Diduga Pungli Agar Siswa Naik Kelas
Antaranews
Penyerahan berkas OTT oknum kepala sekolah SMPN dari pihak Kejari (kanan) kepada pihak Inspektorat (kiri) di Palangka Raya, Minggu (30/6/2019 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang oknum kepala sekolah di sebuah SMPN pada Kota Palangkaraya berinisial SA, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan aparat Kejaksaan Negeri Palangkaraya.

Bersama oknum kepala sekolah itu, dua oknum guru di SMPN itu juga turut diamankan dengan sejumlah uang yang diduga sebagai pungutan liar yang dilakukan terhadap orang tua siswa.

Dilansir dari Kompas.com, SA dan dua oknum menerima sejumlah yang diduga terkait keinginan agar siswanya bisa naik kelas.

Saat OTT, petugas mengamankan total uang Rp 1,5 juta di dalam tiga amplop yang berisi uang pecahan Rp 100.000. Setiap amplop berisi uang Rp 500.000.

Beredar Video Dosen Minta Uang Rp 2.000 pada Mahasiswa, Kampus Tegaskan Tiada Pungutan

Esok, Timnas Brasil Versus Argentina di Semifinal Copa America 2019, Berikut Prediksinya

Dihabisi Rekan Sendiri, Karyawan Sawit PT WSL Seruyan Tewas Dikapak di Atas Kasur

"Ini suatu kekhilafan. Saya ingin hal ini tidak terjadi lagi. Mohon maaf juga kepada guru-guru yang lain. Tidak ada niat saya yang tidak baik. Semua anak murid, baik mampu dan tidak mampu semua bisa kita tampung,” kata SA saat di kantor Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Minggu (30/6/2019).

SA mengaku khilaf dan menyesal. Ia juga terlihat pasrah dan saat penyerahan penanganan kasus ini, matanya terlihat berkaca-kaca.

Dia mengaku akan mengikuti aturan serta ketentuan yang berlaku dalam penanganan kasus ini, termasuk siap menerima apapun keputusannya nanti.

"Saya minta maaf kepada masyarakat, terutama guru-guru pendidik," ucapnya.

Operasi tangkap tangan tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Palangka Raya pada Sabtu (29/6) siang. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, penanganan kasusnya diserahkan kepada Inspektorat Pemerintah Kota Palangka Raya.

Kepala Kejaksaan Negeri Palangkaraya Zet Tadung Allo menyampaikan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah Kota Palangkaraya, Inspektorat memiliki kewenangan menangani perkara itu.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved