Kabar Kapuas

Lapak Pedagang di Pasar Besar Kuala Kapuas Dibongkar, Begini Penjelasan Kepala Satpol PP

Lapak Pedagang di Pasar Besar Kuala Kapuas Dibongkar, Begini Penjelasan Kepala Satpol PP

Lapak Pedagang di Pasar Besar Kuala Kapuas Dibongkar, Begini Penjelasan Kepala Satpol PP
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kapuas
Saat petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kapuas melakukan pembongkaran lapak bersifat sementara di di area gang lingkungan Pasar Besar Kuala Kapuas, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Belasan lapak bersifat sementara yang ditempati sejumlah pedagang di area gang lingkungan Pasar Besar Kuala Kapuas dibongkar oleh petugas dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kapuas, Senin (1/7/2019).

Itu dilakukan setelah melalui proses panjang dan pedagang tidak mematuhi aturan dari Pemerintah Daerah. Saat proses pembongkaran lapak dagang yang rata-rata menjual kebutuhan pokok itu berlangsung kondusif hingga akhir.

Tak ada kendala, meski cuaca cukup terik saat itu. Para pedagang pun sudah mengemasi dagangannya karena sudah tahu akan dilakukan pembongkaran saat itu.

"Kegiatan pembongkaran yang kami lakukan tadi dalam rangka membackup tugas dari Disdagperinkop dan UKM berkaitan dengan penataan, pengaturan dan pembinaan para pedagang yang ada di area lingkungan pasar," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kapuas, Yunabut. 

Selain 3 Orang Meninggal, 3 Penumpang Bus Yessoe yang Terbalik di Lamandau Juga Luka Parah

Zodiak Hari Ini Pisces, Zodiak Selasa 2 Juli 2019, Ramalan Zodiak Cancer, Zodiak Virgo, Libra?

BREAKING NEWS: Bus Terbalik di Ruas Lamandau-Pangkalanbun, 3 Penumpang Tewas

Durian Tanpa Duri, Awalnya Dikira Beracun Ternyata Isinya di Luar Dugaan

Dilanjutkannya, yang dibongkar itu sebenarnya bangunan yang bersifat sementara, untuk menampung para pedagang berjualan karena beberapa waktu silam ada kejadian kebakaran.

Seiring waktu tempat berjualan pun telah disediakan kembali di area dalam Pasar Blok R namun para pedagang itu enggan pindah karena takut pembeli sepi di area dalam pasar.

Hingga dilakukan proses teguran, pembinaan dan arahan kepada para pedagang tersebut untuk segera mengosongkan bangunan, karena tempat itu mau digunakan pemerintah untuk membuat ruang terbuka hijau.

"Namun dalam waktu sudah berbulan-bulan ini hal itu tak dihiraukan para pedagang. Sudah beberapa kali dibuat imbauan dan teguran baik secara lisan dan tertulis oleh dinas teknis terkait," tambahnya.

Akhirnya pada Jumat (28/6/2019) lalu diadakan pertemuan yang bersifat lintas SOPD, ada Disdagperinkop, BPPRD, PUPRPKP, BPKAD, Kecamatan, Satpol PP termasuk pula Pengurus Pasar.

"Muncul kesepakatan bersama memberikan batas akhir pembongkaran hingga 1 Juli 2019. Tak juga digubris, hingga kami terpaksa harus membongkar lapak-lapak itu, sekitar 11 lapak yang dibongkar," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved