KaltengPedia

KaltengPedia: Kecamatan Seranau, Cikal Bakal Kota Sampit yang Masih Terisolasi

Warga Kotim lebih mengenal Kecamatan Seranau sejak dahulu dengan sebutan Mentaya Seberang Sampit, karena posisi enam kelurahan atau desa yang ada posi

KaltengPedia: Kecamatan Seranau, Cikal Bakal Kota Sampit yang Masih Terisolasi
tribunkalteng.com/fathurahman
Kelotok ini salah satu alat transportasi yang digunakan waega Desa Mentaya Seberang , Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Untuk menyeberang menuju Kota Sampit. 

TRIBUNKALTENG.COM, KaltengPedia - Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki satu kelurahan dan lima desa yakni Ganepo, Mentaya Seberang, Terantang, Seragam jaya, Batuah dan Terantang Hilir, semua posisinya di seberang Sungai Mentaya.

Warga Kotim lebih mengenal Kecamatan Seranau sejak dahulu dengan sebutan Mentaya Seberang Sampit, karena posisi enam kelurahan atau desa yang ada posisinya terbelah Sungai Mentaya.

Untuk menuju Kecamatan Seranau ini hanya bisa ditempuh melalui jalur penyeberangan kapal feri dengan menyeberangi sungai mentaya yang jaraknya hingga mencapai 800 meter.

Cikal bakal munculnya Kota Sampit dimulai dari Mentaya Seberang ini, namun sayangnya pembangunan Kecamatan Seranau lambat, lantaran posisinya di seberang sungai mentaya.

KaltengPedia: Universitas Palangkaraya (UPR) Genjot 8 Fakultas Menjadi yang Terbaik

Pelatih Manchester City Dukung Barcelona Datangkan Antoine Griezmann dan Neymar

MotoGP Belanda 2019 - Valentino Rossi akan Bersaing Ketat dengan Marc Marquez, Ini Jadwalnya

Jumlah penduduk Kecamatan Seranau mencapai 9.740 hasil survei tahun 2012 lalu dengan luas wilayah mencapai 548 km2, dengan kepadatan penduduk mencapai 17,77 jiwa / km2.

Meski Kecamatan Seranau berada dekat dengan Kota Sampit, Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur, namun posisi di seberang Sungai Mentaya dan belum ada jembatan penyeberangan membuat Kecamatan ini terisolasi.

Untuk bepergian ke Sampit, warga Seranau selama ini mengandalkan alat transportasi penyeberangan seperti kelotok maupun kapal feri penyeberangan yang mengangkut sepeda motor maupun orang.

Tribunkalteng.com/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved