Tradisi Unik Budaya Kapuas

Rumah Betang Sei Pasah Kapuas, Dibangun Sejak 1806 dan Kini Dibuka Sebagai Objek Wisata

Berdiri sejak tahun 1806, Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas, Kalteng, kembali dibangun.

Rumah Betang Sei Pasah Kapuas, Dibangun Sejak 1806 dan Kini Dibuka Sebagai Objek Wisata
Dinas Kominfo Kapuas
Rumah Betang Sei Pasah, Kabupaten Kapuas 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Berdiri sejak tahun 1806, Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas, Kalteng, kembali dibangun.

Sejak awal tahun 2019, Rumah Betang Sei Pasah resmi dibuka sebagai lokasi wisata bagi masyarakat.

Rumah Betang ini merupakan pembangunan kembali rumah betang yang pernah ada di sekitar lokasi tersebut. Guna mempertahankan warisan budaya agar bisa dilihat generasi mendatang.

Letaknya ada di seberang Sungai Kapuas Murung dari arah Kuala Kapuas. Rumah betang ini berjarak sekitar 200 meter dari Sungai Kapuas Murung.

Zodiak Hari Ini Cancer, Ramalan Zodiak Jumat 28 Juni 2019 Risiko Tak Terduga Pisces, Aquarius & Leo?

Refleksi Budaya Rumah Betang

Ciuman Brutal di Malam Pertama, Pengantin Baru Tewas di Ranjang

Empati dan Merindukan Nasihat Ulama, Ini 10 Pesan Imam Al Ghazali bagi Pemimpin atau Kepala Negara

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat saat meresmikan rumah betang itu untuk dibuka sebagai lokasi wisata, Januari 2019 lalu, mengatakan bahwa Rumah Betang merupakan milik bersama yang mana itu merupakan suatu kebanggaan masyarakat.

Ia menilai bahwa betang yang ada di Sei Pasah Kabupaten Kapuas tersebut adalah betang yang unik dan antik.

"Ini adalah Betang Kebanggaan kita yang mana ini sudah melengkapi apa yang dinamakan betang jaman dulu, yang mana ini Betang yang unik dan antik dan bisa menjadi objek wisata,” ucapnya kala itu.

Ben menerangkan untuk ke depan ia berharap agar sekeliling betang dapat dikelola sehingga saat ada acara even dapat dilaksanakan di kawasan betang.

"Begitu juga dengan penjualan kerajinan setempat seperti getah nyatu serta menjadi pusat kebudayaan, tentu bisa diberdayakan," ujarnya.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah panjang rumah betang ini bisa saksikan video berikut ini :

(Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved