Tradisi Unik Budaya Kapuas

Miliki Mozaik Langka yang Cuma Ada di 3 Dunia, Ini Sejarah Gereja Tua di Mandomai Kapuas

Ketiga negara tersebut, yaitu Jerman di Bremen, Indonesia di Kabupaten Kapuas, serta informasi terakhir yang didapat mozaik yang sama terdapat di nega

Miliki Mozaik Langka yang Cuma Ada di 3 Dunia, Ini Sejarah Gereja Tua di Mandomai Kapuas
Istimewa dr warga
Gereja Imanuel GKE Mandomai 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Salah satu peninggalan budaya yang dimiliki Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng) yang cukup menarik perhatian dari sisi historis adalah Gereja Tua di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat.

Berdasarkan sejarahnya dilansir dari laman resmi kemdikbud, Gereja Imanuel GKE Mandomai ini dibangun dengan melewati beberapa tahap perbaikan.

Mulanya bangunan semi permanen dan kecil hingga diperluas seperti yang dijumpai sekarang. Gereja Imanuel sekarang berukuran 24 x 12 meter dengan dua Menara seluas 15 meter kuadrat, menghadap ke timur, dan luas komplek selurunya berukuran 1000 meter kuadrat.

Gereja ini merupakan bangunan panggung dengan ketinggian lantai 100 cm dari permukaan tanah.

Belum Dinyatakan Lulus S2 dan S3 dari UNJ, Terungkap Pembuat SKL Palsu Pelawak Nurul Qomar

Pelajar Nyaris Bunuh Diri Gegara Gagal Masuk Sekolah Negeri, Orang Tua Protes Sistem Zonasi

Empati dan Merindukan Nasihat Ulama, Ini 10 Pesan Imam Al Ghazali bagi Pemimpin atau Kepala Negara

Pondasinya berupa tonggak-tonggak kayu, ada yang berbentuk bulat maupun segi empat.

Kedalaman tonggak pondasi ini tidak diketahui, tetapi menurut informasi “sokoguru” yang berjumlah sepuluh tiang dengan diameter masing-masing 24 sentimeter ditanamkan di atas balok kayu kapur naga.

Pada balok ini dibuatkan lubang-lubang sebagai pemegang kayu baru kemudian ditanam dan ditimbun tanah.

Anak tangga yang sekarang mempergunakan kayu ulin yang ditopang dengan plat besi siku.

Bagian depan gereja ini terdapat teras selebar 146 sentimeter yang bersambung sampai Menara di kanan dan kiri.

Teras ini berpagar kayu dengan bentuk botol, dibagian bawah gendut dan bagian atas lurus tinggi dengan sedikit hiasan pelipit.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved