Sains

Sampah Plastik Diolah Menjadi Bensin dan Solar, Alat Dirakit Sendiri di TPA Ganet Tanjungpinang

Dengan alat rakitan sendiri, proses pengolahan sapah plastik menjadi solar dan bensin juga tidak memerlukan waktu lama.

TRIBUN BATAM/ALFANDI
Suardi dan pengolahan sampah plastik menjadi bensin dan solar TPA Ganet Tanjungpinang 

TRIBUNKALTENG.COM, BINTAN - Mengubah sampah platik menjadi bahan bakar, diberhasil dilakukan Suardi, pengawas UPTD TPA Ganet Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Dengan alat rakitan sendiri, proses pengolahan sapah plastik menjadi solar dan bensin juga tidak memerlukan waktu lama.

Suardi yang baru setahun lebih bekerja sebagai pengawas di TPA Ganet Tanjungpinang ini, memang tidak diragukan lagi atas kepintaran dan kemampuannya untuk menyalurkan ilmunya saat mengikuti pelatihan di Bekasi 6 tahun lalu.

Sebab dirinya bisa memanfaatkan sampah plastik untuk diolah menjadi menghasilkan bensin dan solar.

Hal itupun tercapai dibuat olehnya di TPA Ganet Tanjungpinang.

Ramalan Cinta Hari Ini Menurut Zodiak Selasa 25 Juni 2019 Aries Jadi Dambaan, Kencan Romantis Gemini

Zodiak Selasa 25 Juni 2019, Ramalan Pisces dan Teman Dekat, Aquarius Malah Terengah-engah, Aries?

Adapun sejumlah alat yang digunakan untuk memproduksi solar dan bensin yang dirakit oleh Suardi sendiri, juga diambil dari sisa-sisa barang sampah yang dibuang warga di TPA Ganet Tanjungpinang.

Proses pembuatan alat ini juga tidak memakan waktu lama, kurang lebih tiga hari saja untuk merakitnya.

"Jadi alat-alat yang ada ini adalah hasil dari rakitan kita sendiri dengan memanfaatkan sejumlah sampah yang dibuang di TPA Ganet ini,"ucapnya.

Proses pengolahan sampah plastik yang menghasilkan bensin dan solar ini juga hanya memakan waktu 3 jam saja dalam proses pembakaran sampah di dalam tabung yang hanya bisa memuat 5 kilogram sampah plastik.

Jenis sampah plastik yang diolah juga bukan semua sampah plastik bisa digunakan, melainkan sampah plastik berupa kantong plastik putih atau bening.

Selama proses pembakaran akan menghasilkan uapan yang menghasilkan 2,5 liter bensin dan 1,5 liter solar yang otomatis akan masuk di dalam kedua botol yang sudah disediakan selama proses pembakaran.

"Jadi dalam proses pembakaran ini ada dua tabung yang disediakan pada alat yang saya rakit ini, yaitu tabung bagian atas menghasilkan bensin ke dalam botol yang ada dan tabung kedua mengalirkan solar dari hasil uapan,"terangnya.

Lanjutnya, untuk proses pembakaran dirinya juga menggunakan gas metan. Gas metan ini merupakan gas hasil endapan tumpukan sampah yang sudah dikelolah di TPA Ganet.

"Jadi gas hasil endapan sampah itu kita tangkap dan gunakan untuk memasak dan membakar sampah pada proses pengelolahan sampah plastik ini,"ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung sampai sejauh ini apakah sudah ada apresiasi dan tanggapan dari pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang atas hasil yang dilakukannya, Suardi menyebutkan Pemko sudah merespon dan mengapresiasi usaha dirinya untuk pengelolaan sampah plastik menjadi solar dan bensin.

"Alhamdulilah dari pemko sudah merespon dan mendukung.Nanti kita akan kembangkan lagi volumenya.Kita akan membuat dari stanles, dan mudah-mudahan bisa tercapai,"tuturnya.

Suardi juga menambahkan, untuk hasil pengolahan sampah plastik menjadi bensin dan solar ini, sudah digunakan oleh salah satu temannya untuk kendaraan sepeda motor dan hasilnya bisa digunakan tanpa ada masalah pada motornya.

Namun dirinya mengaku, bahwa bensin dan solar yang dihasilkan itu belum melakukan uji dari hasil Laboratorium. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Kereen! Mahasiswa Asal Balikpapan Temukan Bahan Bakar Alternatif dari Rumput

Prediksi Brazil Vs Argentina di Semifinal Copa America 2019, Berikut Jadwal Lengkap Laga dan Hasil

Jelang Kalteng Putra vs Bali United di Stadion Sultan Agung Bantul, Stefano: Bagus Bagi Bali United

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved