Selebrita

Ini 9 Karakter dari Tokoh Super Iron Man, Ilmuwan Miliarder Jenius yang Terus Mau Belajar

Dikenal sebagai sososk jenius, nama Tony Stark telah menjelma sebagai tokoh ikon pahlawan super dunia selama lebih dari 50 tahun.

Ini 9 Karakter dari Tokoh Super Iron Man, Ilmuwan Miliarder Jenius yang Terus Mau Belajar
Instagram avengers.page
Captain America, Iron Man, dan Thor. 

Entah itu mempelajari klien sebelum rapat di tempat kerja, atau meneliti lokasi sebelum memulai perjalanan berkemah, bahkan sekedar mencari informasi soal tempat tujuan liburan yang akan kita datangi.

Mencari tahu, merencanakan, dan mengatur beberapa hal akan membuat pekerjaan kita lebih baik.

Ketika Avengers mencoba mencari tahu rencana Loki dan melacak Tesseract yang sangat kuat, Tony sudah tahu apa yang kemungkinan akan dilakukan musuh mereka dan ke mana mereka akan pergi selanjutnya.

Dia menemukan ini hanya dengan menyisir pekerjaan akademis seorang ilmuwan yang diculik.

5. Bersenang-senang namun tidak melupakan tanggung jawab

Tony Stark punya kepribadian yang unik, cerdas dan sarkastik. Terlepas dari itu, Iron Man dilahirkan dari tanggung jawab.

Ia menutup pabrik pembuatan senjatanya sambil makan burger dalam sebuah konferensi pers. Itu menunjukkan karakter Tony yang seenaknya, namun ia melakukan keputusan yang tepat.

Sejak kecil kita memang diajari untuk bertanggung jawab. Tapi, bukan berarti kita tak bisa bersenang-senang.

Kita bisa melakukan dua hal ini bersama-sama. Kuncinya adalah memiliki kedisiplinan dan tahu di mana batasannya.

Situasi setiap orang berbeda, tetapi terlalu serius akan membuat kita tak nyaman.

Tony Stark membuktikannya dengan membuat lelucon tentang Shawarma setelah pertempuran di New York berakhir. Prinsipnya adalah bekerja dahulu baru menyindir.

Dalam Spiderman: Homecoming , saat Tony mengajak Peter Parker bergabung dalam Avengers, ia menjadi figur ayah baginya, membatasi diri, bahkan tidak mengenakan baju zirah Iron Man.

6. Selalu memiliki rencana cadangan

Kapten Amerika pernah memperingatkan Tony agar selalu memiliki jalan keluar. Namun, sebenarnya sangat penting untuk berpikir out of the box dan mempersiapkan rencana cadangan.

Tak ada salahnya untuk memiliki berbagai rencana cadangan sebagai bentuk antisipasi terhadap hal-hal yang tak terduga. Saat dihadapkan dengan masalah, pertimbangkan opsi lain yang jelas.

Persiapan ini tidak hanya akan membantu di masa depan. Perencanaan menyeluruh juga dapat membantu meringankan perasaan takut, cemas dan mengurangi kekhawatiran karena kita tak cukup siap.

Dalam Avenger: Age of Ultron, Tony membuktikan manfaat rencana cadangan. Kita tahu bahwa Hulk adalah sekutu yang dapat diandalkan untuk Tony dan anggota Avengers lainnya.

Tapi, Tony tetap membangun armor "Hulkbuster" khusus dan menyembunyikannya ke orbit (lengkap dengan suku cadang), yang dapat digunakan bila Hulk ternyata mengamuk.

Dan saat hal itu benar-benar terjadi, ia bisa menangkal kemarahan Hulk.

Dalam film Iron Man 3, Tony juga menyiapkan rencana cadangan dengan memanggil robot-robot yang sudah dibuatnya untuk membantu mengalahkan musuh.

Jadi tidak ada salahnya memiliki rencana A, B, dan C. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kan?

7. Jangan ragu

Saran terkenal untuk bertahan hidup datang dari pendaki gunung Joe Simpson dalam bukunya "Touching the Void".

Dalam buku itu, Simpson menyarankan agar kita harus membuat keputusan.Kkita harus terus membuat keputusan, meskipun itu keputusan yang salah. Jika kita tidak membuat keputusan, kita akan merasa bodoh.

Prinsip yang sama juga diterapkan oleh Tony Stark. Kesediaan kita untuk membuat keputusan dalam situasi yang tegang mungkin tidak selalu menjamin akhir yang sempurna, tetapi itu lebih baik daripada kita tidak melakukan apapun.

Setelah rencana cadangan, keputusan yang kita buat akan menjadi informasi yang baik dan kemungkinan besar adalah langkah paling bagus yang kita lakukan.

Di akhir film Avengers pertama, sebuah portal ke ruang angkasa terbuka tepat di atas Stark Tower dan dalam sekejap, lautan pesawat asing mulai keluar dan menyerang New York City.

Tony tidak menunggu anggota tim lainnya muncul, dia tidak memanggil siapa pun untuk membantu, dia mengenakan helmnya dan berusaha menutup portal tersebut.

Tindakan itu menjadi bukti pentingnya keberanian untuk membuat keputusan.

8. Menyadari nilai dalam diri

Sangat mudah untuk menganggap karakter Tony Stark sebagai seseorang yang tidak bisa melakukan apa-apa tanpa teknologi yang dimilikinya.

Namun baik dalam komik dan film, bukan itu yang terjadi pada pria di balik kostum Iron Man.

Setelah menjadi tahanan di gua Afghanistan, diisolasi di Tennessee, dan dianggap mati di luar angkasa, Tony tahu nasibnya tidak ditentukan oleh sumber daya atau orang-orang di sekitarnya.

Ia menyadari jika ia adalah penentu nasib dirinya sendiri. Bukan barang yang kita miliki yang mampu memberi kekuatan. Tapi, diri kita sendirilah.

Kita dapat kehilangan apartemen, pasangan, atau mobil. Tapi, kita bisa memiliki itu semua karena diri sendiri.

Jangan terjebak dalam perubahan keadaan - selama kita masih hidup, kita memiliki nilai. Dalam Iron Man 3, Tony Stark telah membuktikan nilai dalam dirinya.

Seri tersebut menceritakan apa yang membuatnya mampu menjadi pahlawan super, meski terpisah dari teknologi yang disukainya.

Dia masuk dalam sebuah kompleks teroris dengan pertahanan kuat hanya menggunakan perangkat dan senjata yang diimprovisasi hasil rakitannya sendiri menggunakan bahan-bahan dari toko perangkat keras.

9. Selalu punya tujuan jangka panjang

Setelah melihat sekilas angkasa luar dan para Dewa dan alien yang menyertainya, Tony sangat ingin melindungi Bumi dari ancaman galaksi yang ia anggap akan memicu penciptaan ultron.

Tapi, paranoia yang ia alami justru memotivasi dan memberi semangat untuk menyelamatkan nyawa manusia di kemudian hari.

Sangat mudah untuk merasa puas diri dan atau terlalu percaya diri setelah mendapatkan tujuan, baik secara pribadi atau profesional.

Tapi, pasti akan ada sesuatu lain yang harus kita lakukan. Konsep ini dapat diterapkan pada banyak aspek kehidupan kita.

Misalnya, dalam hal olahraga. Siapa pun yang dilatih untuk maraton atau menjadi atlet profesional pasti selalu melatih diri untuk mencapai tujuan baru dan lebih besar.

Tony kembali memperingatkan kita akan pelajaran hidup ini dalam seriap "Infinity War".

Meskipun itu tidak berakhir dengan kemenangan total, Tony mampu berdiri berhadapan dengan Thanos yang sangat kuat karena baju besi berbasis nanoteknya yang baru.

Dan baju besi tercipta karena inovasi dan percobaan konstan Tony selama 6 tahun sebelumnya, di mana ia terus-menerus khawatir tentang peperangan dengan musuh yang tidak bisa ia tandingi.

Artikel in telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved