Selebrita

Basist Band Boomerang Diringkus Saat Isap Ganja, Sempat Berupaya Kabur dan Panjat Tembok

Polisi menangkap Henry saat tengah mengisap ganja di rumahnya, kawasan Kalongan Kidul, Surabaya, Jawa Timur.

Basist Band Boomerang Diringkus Saat Isap Ganja, Sempat Berupaya Kabur dan Panjat Tembok
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Basist Boomerang, Hubert Henry Limahelu (tengah) 

TRIBUNKALTENG.COM, SURABAYA - Daftar artis tanah air yang terjerat narkoba kian panjang. Personel grup band Boomerang, Hubert Henry Limahelu, ditangkap atas dugaan kepemilikan 6,7 gram ganja, Minggu (16/6/2019).

Polisi menangkap Henry saat tengah mengisap ganja di rumahnya, kawasan Kalongan Kidul, Surabaya, Jawa Timur.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian, mengatakan, Henry sempat kabur dengan memanjat tembok rumah dan membuang barang bukti ganja.

"Tahu ada polisi, Henry panik dan membuang barang bukti ganjanya, lalu kabur dengan memanjat tembok rumahnya," kata Ardian, Jumat (21/6/2019) sore.

Artis Terjerat Narkoba, Pemain FTV Agung Saga Ditangkap Bersama Temannya

Liga 1 2019 - Gomes Nyatakan Kalteng Putra Tanpa Beban Hadapi Barito Putera Sore Ini

30 Tewas, Ini Kronologi Kebakaran Pabrik Mancis di Binjai, Beroperasi Tanpa Izin

Akan tetapi, beberapa saat kemudian, polisi berhasil menangkap basis Boomerang itu tidak jauh dari rumahnya.

"Pengakuannya kepada polisi, ganja tersebut untuk dikonsumsi sendiri," kata Memo.

Penangkapan Henry berawal dari keterangan bandar narkoba yang telah ditangkap lebih dulu, Dimas.

Selain menyebut nama Henry, Dimas, yang kerap mendapatkan kiriman narkoba dari Lampung itu, juga menyebut nama 5 pelanggan lainnya yang saat ini sudah ditangkap polisi.

pada Julo 2013, Henry juga pernah berurusan dengan polisi karena kasus kepemilikan ganja. Saat itu, dia digerebek di sebuah rumah kos, Jalan Kanginan, Surabaya dan kedapatan menyimpan dua linting ganja kering.

Henry dijerat pasal 114 ayat 1, serta pasal 11 ayat 1 dan pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun atau maksimal 15 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved